BWI Sumenep Resmi Dikukuhkan, Bupati Fauzi Tegaskan Komitmen Sinergi untuk Kesejahteraan Umat
NEWS SUMENEP, DIMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura Jawa Timur, menyatakan siap bersinergi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk memaksimalkan pemanfaatan wakaf sebagai instrumen pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini ditegaskan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menghadiri pelantikan pengurus BWI Kabupaten Sumenep periode 2025–2028 di Auditorium Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura), Selasa (22/7/2025).
Bupati Fauzi menekankan pentingnya peningkatan literasi wakaf di tengah masyarakat.
Ia menilai, pemahaman publik terhadap konsep dan manfaat wakaf masih minim, sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih masif dari BWI.
“Masyarakat perlu tahu apa itu Badan Wakaf Indonesia, apa perannya, serta bagaimana mekanisme wakaf bisa dikelola dengan benar. Sosialisasi ini penting agar masyarakat yakin dan bersedia mewakafkan asetnya untuk kepentingan umat,” ujar dia.
Laki-laki yang akrab disapa Cak Fauzi ini juga mendorong pengurus baru BWI Sumenep untuk bekerja lebih optimal dan inovatif dibandingkan kepengurusan sebelumnya.
Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung penuh program-program BWI, terutama dalam mendorong pengelolaan wakaf secara produktif.
“Wakaf tidak hanya bentuk ibadah, tapi juga alat strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Kami di pemerintah kabupaten memiliki komitmen kuat untuk mengarahkan pengelolaan wakaf agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Bupati Fauzi, potensi wakaf di Sumenep sangat besar, baik dalam bentuk tanah, uang, maupun aset lainnya. Jika dikelola secara profesional, lanjutnya, wakaf bisa mendukung penyediaan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Yang terpenting adalah pemanfaatan wakaf harus menyentuh aspek produktif, bukan sekadar simbolis. Kami siap memfasilitasi langkah-langkah strategis BWI agar cita-cita ini terwujud,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BWI Provinsi Jawa Timur, Dr. Mustain, menyampaikan bahwa tren wakaf uang kini mulai berkembang pesat di wilayah perkotaan.
Ia menuturkan, potensi wakaf uang nasional mencapai Rp181 triliun per tahun, namun realisasinya masih jauh dari harapan.
“Saat ini total dana wakaf uang nasional baru mendekati Rp4 triliun, dengan sekitar Rp900 miliar yang dikelola langsung oleh BWI. Ini angka yang kecil jika dibandingkan dengan potensinya,” ujar Mustain.
Ia menyatakan akan mendorong pembentukan nadzir wakaf uang di seluruh kabupaten dan kota, termasuk di Sumenep. Nadzir adalah pihak yang menerima dan mengelola harta wakaf.
“Pembentukan nadzir wakaf uang tidak harus dari anggota BWI. Siapa saja yang memenuhi syarat dan telah mengikuti pelatihan resmi bisa menjadi nadzir. Kami harap ada kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah agar pengelolaan wakaf menjadi lebih efektif dan menyatu dengan sistem pembangunan lokal,” jelasnya.
Mustain juga mengingatkan pentingnya legalitas dan kejelasan status tanah wakaf agar aset wakaf dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Saya berharap pengurus BWI Sumenep mampu mendorong legalitas dan optimalisasi seluruh aset wakaf di wilayah ini, sehingga dapat menjadi sumber daya strategis yang produktif,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow


