UNIBA Madura Siap Bersinergi dengan BWI Sumenep untuk Perkuat Peran Strategis Wakaf
NEWS SUMENEP, DIMADURA –Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Prof. Rachmad Hidayat, mengapresiasi pelantikan dan pengukuhan Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Sumenep periode 2025–2028.
Acara tersebut diselenggarakan di Auditorium UNIBA Madura pada hari Selasa, 22 Juli 2025, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari tingkat provinsi hingga kabupaten.
Dalam sambutannya, Prof. Rachmad menekankan pentingnya peran BWI dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang wakaf, yang kini tidak hanya terbatas pada aset berupa tanah, tetapi juga bisa berbentuk uang.
”Alhamdulillah, BWI tadi sudah menyampaikan bahwa wakaf sekarang tidak harus tanah. Dengan sepuluh ribu rupiah pun masyarakat bisa berwakaf. Ini menunjukkan bahwa peran BWI ke depan sangat strategis dan luar biasa,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan harapan agar UNIBA dan BWI dapat terus menjalin kemitraan dalam mendukung pengembangan wakaf di Kabupaten Sumenep.
”Terima kasih kepada BWI Jawa Timur dan BWI Kabupaten Sumenep atas kerja samanya. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Lebih lanjut dia Rektor UNIBA juga menyampaikan capaian universitas yang dipimpinnya.
Menurutnya, sejak berdiri sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) pada 2018 dengan hanya 90 mahasiswa, kini UNIBA Madura telah berkembang pesat dengan jumlah mahasiswa mencapai 6.000 orang di tahun kelima berdirinya sebagai universitas.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, M.Pd.I., yang turut hadir dalam acara tersebut, mendorong agar pengurus BWI segera menyusun program kerja yang strategis dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Peran BWI sangat dinanti oleh masyarakat, khususnya dalam pengelolaan aset wakaf milik lembaga, yayasan, masjid, dan mushalla. Meskipun kadang dianggap tidak penting oleh sebagian pihak, peran BWI akan sangat dirasakan ketika terjadi sengketa aset wakaf,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi intensif antara BWI dengan berbagai lembaga, termasuk pemerintah daerah, pengadilan agama, kantor pertanahan, perguruan tinggi, dan institusi pendidikan berbasis keagamaan.
“Kolaborasi ini penting agar program kerja BWI benar-benar dapat terealisasi secara optimal,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow


