Danramil Camplong Sampang Tegaskan Dapur MBG Tak Bisa Dihentikan Tanpa Persetujuan BGN Pusat
SAMPANG, dimadura.id – Komandan Rayon Militer (Danramil) 0828-02/Camplong, Kapten Inf. Prasetio menegaskan bahwa operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Camplong tidak dapat dihentikan oleh pihak mana pun tanpa adanya persetujuan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Kapten Inf. Prasetio menuturkan, sejak awal pelaksanaan program MBG, TNI melalui jajaran Danramil dan Babinsa telah melakukan pengawalan dan pendampingan secara penuh di lapangan.
Menurutnya, pengawalan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari pendirian dapur MBG, pendampingan terhadap penerima manfaat, hingga proses peluncuran program.
“Sejak awal, program MBG di wilayah Camplong dibangun dengan pendampingan dan pengawalan penuh dari TNI. Tidak ada dapur MBG yang berdiri tanpa keterlibatan Danramil dan Babinsa setempat,” ujar Kapten Inf. Prasetio, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini program MBG masih berjalan dan terus dipantau secara intensif oleh Babinsa di lapangan. Karena merupakan program pemerintah pusat, MBG wajib dijalankan dan dikawal agar tetap sesuai dengan tujuan awal.
“Siapa pun tidak diperbolehkan menghentikan MBG tanpa persetujuan BGN. Ini program pemerintah yang harus berjalan dan harus dikawal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapten Inf. Prasetio menyampaikan bahwa komitmen pengawalan penuh oleh TNI dan Kodim di wilayah telah disepakati sejak awal, melalui pendampingan aktif Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan.
Ia juga mengimbau seluruh pihak agar menjaga kebersamaan dan persaingan yang sehat, tanpa menimbulkan kecemburuan, tekanan, maupun upaya intimidasi yang dapat mengganggu keberlanjutan program MBG.
“Kami berharap tidak ada pihak yang saling menekan atau mencoba menghentikan program ini. MBG harus berlanjut demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Danramil Camplong juga meminta para pemilik atau pengelola dapur MBG, khususnya di wilayah Kecamatan Camplong, agar segera melaporkan kepada Danramil apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.
“Jika ada gangguan atau permasalahan, laporkan langsung ke Danramil. Akan kami tindak lanjuti melalui Babinsa di lapangan,” tandasnya.
Sementara itu, Owner Yayasan Babur Rizki Tambaan Camplong, Eko Haryono, menyatakan dukungannya terhadap pengawalan penuh yang dilakukan TNI dalam pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, tanpa pendampingan dan pengawalan dari Danramil dan Babinsa, program MBG tidak akan berjalan optimal sebagaimana yang diharapkan pemerintah.
“Dengan adanya pengawalan dari Danramil melalui Babinsa, MBG bisa berjalan hingga saat ini sesuai harapan pemerintah,” pungkas Eko.***(Zen)
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





