Sementara BRI Cabang Pamekasan pada periode 2023–2025 tercatat mempublikasikan berbagai program, di antaranya beasiswa CSR sebesar Rp65 juta bagi 13 mahasiswa berprestasi, dukungan program 10 ribu wirausaha baru, hingga bantuan air bersih saat musim kemarau.

Berbeda dengan tiga daerah tersebut, publikasi CSR BRI Cabang Sumenep yang berhasil ditelusuri hanya memuat informasi berupa bantuan alat produksi kepada pelaku UMKM di Desa Lobuk, bantuan renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), serta kegiatan sosial melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN seperti khitanan massal. Dalam publikasi tersebut tidak dicantumkan nilai bantuan ataupun besaran anggaran CSR yang disalurkan.

AMP juga menyoroti tidak ditemukannya publikasi mengenai program CSR sektor pendidikan di Sumenep. Padahal, pada periode sekitar 2021 BRI memiliki program investasi pendidikan yang kemudian berubah menjadi BRI Live sejak 2025.

"Di tiga kabupaten lain ada publikasi yang cukup jelas mengenai pemberdayaan ekonomi maupun pendidikan. Di Sumenep hingga sekarang tidak ditemukan publikasi serupa yang menjelaskan besaran maupun cakupan program secara rinci," lanjut Pemred Koran Madura itu.

Sekadar informasi, bahwa secara nasional, BRI menjalankan program CSR melalui BRI Peduli yang terbagi dalam tiga pilar utama, yakni pilar sosial, pilar ekonomi, dan pilar lingkungan hidup.

Program tersebut mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari BRI Cabang Sumenep mengenai alasan tidak dicantumkannya nominal bantuan dalam publikasi program CSR yang telah disalurkan.

Beberapa kali dikonfirmasi melalui saluran telepon, surat resmi, maupun upaya untuk wawancara langsung dengan Pimpinan BRI Sumenep, Ali Topan, demi keberimbangan pemberitaan, belum membuahkan hasil berarti.***