NEWS SUMENEP,DIMADURA–Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Fenomena tersebut diperkirakan terjadi sejak pertengahan hingga akhir Juni 2026 sehingga mendapat perhatian Pemerintah setempat.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang, mengatakan antrean tersebut bukan disebabkan berkurangnya kuota BBM bersubsidi, melainkan meningkatnya permintaan masyarakat setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.

"Fenomena ini terjadi karena kenaikan harga BBM nonsubsidi sehingga masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi," kata Dadang saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Menurut dia, kuota BBM bersubsidi yang dialokasikan untuk Kabupaten Sumenep telah ditetapkan pemerintah sejak awal tahun berdasarkan kebutuhan setiap bulan.

Karena itu, kuota tidak mengalami pengurangan, meskipun stok di lapangan dapat lebih cepat habis apabila terjadi lonjakan konsumsi.

Dadang menjelaskan, kuota dan stok merupakan dua hal yang berbeda.

Kuota adalah alokasi yang ditetapkan pemerintah untuk satu tahun dan didistribusikan setiap bulan, sedangkan stok merupakan ketersediaan BBM di lapangan yang dapat berubah sesuai tingkat konsumsi masyarakat.

Untuk mengatasi antrean yang terjadi, kata dia, pemerintah daerah berkoordinasi dengan PT Pertamina agar pengaturan distribusi BBM bersubsidi pada Juli 2026 dapat berjalan lebih optimal.

"Melalui Pertamina nanti, insya Allah pada Juli ini ada pengaturan. Mudah-mudahan langkah tersebut dapat mengurangi antrean di seluruh SPBU," terangnya.