dimadura
Beranda Tomang Nasional Eks Ketua DPRD Jatim Dilaporkan Diculik 3 OTK ke Madura

Eks Ketua DPRD Jatim Dilaporkan Diculik 3 OTK ke Madura

Eks Ketua DPRD Jatim, Kusnadi, bersama tim kuasa hukumnya saat tiba di Bareskrim Polri untuk melaporkan penggeledahan dan penyitaan oleh penyidik KPK, dan diwawancara doorstop oleh wartawan, Kamis 13 Juni 2024. (Sumber Foto: Tirto)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS NASIONAL, DIMADURA – Mantan Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi dilaporkan hilang sejak Rabu (4/6/2025). Ia diduga dibawa paksa oleh tiga orang tak dikenal (OTK) ke wilayah Madura.

Informasi tersebut diungkapkan oleh anak kedua Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong. Menurutnya, sang ayah dibawa oleh tiga OTD dari rumah sekaligus peternakan ayamnya yang berlokasi di Dusun Wonokayun, Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Senin (2/6) itu memang ada orang itu yang lalu-lalang di depannya kandangnya [peternakan ayamnya] bapak, di Balongnendo. Kayak baca situasi atau bagaimana gitu loh,” kata Teddy saat dikonfirmasi CNN Indonesia, Minggu (8/6).

Teddy menjelaskan bahwa sejak Desember 2023, Kusnadi memang tak lagi tinggal di kediaman utamanya di Sedati Asri, Sidoarjo, maupun rumahnya di Surabaya. Ia memilih menetap di peternakan ayam miliknya di Balongbendo.

Pada Selasa (3/6), seorang pria tak dikenal sempat menginap di peternakan. Pegawai Kusnadi menyebut pria itu tampak akrab dengan Kusnadi yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur.

“Kemudian Selasa itu ada ada orang yang menginap, tapi tidak satu kamar dengan Bapak. Jadi dia itu tidur di depan, di kursi bambu gitu loh. Nah, memang orang ini itu, versi pegawai saya, itu dia itu kayak akrab gitu dengan Bapak,” ucap Teddy.

Masih menurut pengakuan pegawai, pria tersebut berbicara dengan logat yang kental khas Madura. “Pegawai saya itu bilang bahwa itu orangnya itu ngomong sama bapak logat-logatnya orang logat Madura,” lanjut Teddy.

Pada hari Rabu (4/6) sekitar pukul 11.00 WIB, Kusnadi dilihat dibawa oleh tiga orang. Satu orang menuntunnya, satu orang berada di dalam mobil yang menyala, dan satu lainnya berdiri di dekat tiang listrik tak jauh dari lokasi.

“Jadi ada tiga orang. Satu yang dekat sama bapak itu ngobrol, terus yang satu tunggu di tiang listrik, terus yang satunya di mobil, karena mobil dalam keadaan menyala,” ucap Teddy.

Saat itu, Kusnadi terlihat mengenakan kemeja kotak-kotak biru dan celana jeans. Ia sempat menyampaikan kepada pegawainya bahwa akan pulang pada malam harinya.

“Itu ditanya sama pegawai, ‘pak, pulang nggak nanti malam?’ soalnya terus sampai nanti nginep nggak gitu. Soalnya pakan ayamnya habis. ‘Oh, pulang kok. Saya nggak nginep kok’ gitu,” kata Teddy menirukan keterangan pegawainya.

Beberapa hari setelah kejadian, Teddy sempat menghubungi ayahnya melalui WhatsApp. Pesan dan telepon sempat masuk namun tak kunjung dibalas, hingga akhirnya nomor tersebut tidak lagi aktif.

Awalnya Teddy mengira ayahnya marah karena ia tidak bisa menemani ke Blitar untuk menjadi pembicara di suatu acara. Namun hingga Minggu (8/6), Kusnadi belum juga pulang ke peternakan.

Karena itu, adik Teddy melaporkan kasus ini ke Polsek Balongbendo, Sidoarjo. Laporan tercatat dengan Nomor: STPLKO/02/VI/2025/SPKT/JATIM/SDA/BALBEN.

“Pihak kepolisian mengabari bahwa terakhir posisi Bapak saya itu di Pamekasan, Madura,” ungkap Teddy.

Kondisi ini semakin membuat keluarga khawatir, mengingat Kusnadi belakangan ini sedang sakit dan jarang bepergian jauh.

“Selasa (10/6) saya akan berkoordinasi ke Polda Jatim,” pungkas Teddy.

Diketahui, Kusnadi saat ini sedang terjerat kasus dugaan korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Pemprov Jawa Timur 2019-2022. Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang lebih dulu menyeret mantan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 21 tersangka dalam perkara ini. Mereka juga telah dicegah bepergian ke luar negeri.

Beberapa nama yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain KUS, AI, AS, FA, MAH, JJ, serta sejumlah pihak swasta seperti BW, JPP, HAS, SUK, AR, WK, AJ, MAS, AA, AH, AYM, RWS, MF, AM, dan MM.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan