Kisah 16 Tahun Pengabdian Guru Mahdi di MI Al-Kautsar
NEWS SUMENEP,DIMADURA–Selama 16 tahun mengabdi tanpa pamrih, Mahdi, seorang guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Kautsar Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jawa Timur, tetap setia mendidik para muridnya.
Meski dalam imbalan materi dalam bayang-bayang dibawah kesejahteraan hampir tak pernah ia pertimbangkan.
Di balik seragam sederhana seorang guru honorer, refleksi Hari Guru Nasional (HGN) 2025 tersimpan kisah pengabdian panjang yang menjadi fondasi perkembangan sekolah tersebut.
Mahdi mulai mengajar di MI Al-Kautsar pada 2009, saat jumlah siswanya hanya empat orang.
Ia mengenang masa-masa awal itu sebagai periode penuh tantangan, namun justru menjadi pijakan bagi perkembangan sekolah yang kini memiliki sekitar 80 siswa.
“Saya sangat bangga. Saya mengajar setiap hari. Walaupun ada pekerjaan di rumah, saya tetap berangkat ke sekolah,” ujar Mahdi, Selasa (25/11/2025).
Bagi Mahdi, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian dan ibadah.
Ia menegaskan tidak pernah mengajarkan ilmunya dengan mengharapkan balasan.
“Yang kami harapkan cuma ridha Allah. Saya tidak berharap apa-apa kecuali ridha Allah dan orang tua,” kata Mahdi.
Guru honorer itu mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah selama mengabdi.
Meski demikian, ia menyatakan tidak pernah merasa dirugikan atau menuntut lebih.
“Walaupun dari dulu sampai sekarang saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, saya tidak pernah berharap hal itu. Saya ikhlas,” ujar dia.
Dedikasinya terhadap pendidikan terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sekolah.
Mahdi rutin mendampingi siswa mengikuti lomba, kegiatan tambahan belajar, hingga pembinaan akhlak.
“Setiap kegiatan saya lakukan untuk kemajuan dan menyemangati para siswa. Saya berharap para siswa berakhlak,” ucapnya.
Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Mahdi hanya berharap agar murid-muridnya tumbuh menjadi generasi yang rajin belajar, berakhlak baik, dan membawa ilmu yang bermanfaat.
“Anak-anak kami ini semoga diberikan semangat dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barakah,” tuturnya.
Ia menegaskan tidak akan pindah dari lembaga tersebut, mmeskipun dihadapkan dengan godaan lain yang menjanjikan pendapatan lebih baik, saya tetap di sini agar bisa mendidik
Meski beberapa kali menerima tawaran pekerjaan dengan penghasilan lebih besar
“Saya akan tetap bertahan demi terus mendidik anak-anak di sekolah tempat saya mengabdi sejak awal,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




