Pada September 2025, Jawa Timur masih memiliki 3,804 juta penduduk miskin atau 9,30 persen dari total penduduk. Kemiskinan di perdesaan mencapai 12,55 persen, sedangkan di perkotaan 6,93 persen.
Artinya, di tengah pertumbuhan ekonomi yang positif, jutaan warga masih hidup dalam keterbatasan. Memang, angka kemiskinan telah menurun. Penurunan itu harus diakui sebagai perkembangan positif. Namun, capaian tersebut belum menjadi alasan untuk mengendurkan upaya pengentasan kemiskinan.
Pertanyaan kebijakannya justru harus lebih tajam: mengapa kemiskinan perdesaan masih jauh lebih tinggi daripada perkotaan? Apakah petani telah memperoleh posisi tawar yang layak? Apakah rantai distribusi komoditas sudah memberikan keuntungan yang adil kepada produsen? Apakah investasi yang masuk benar-benar menciptakan pekerjaan berkualitas bagi masyarakat lokal?
Pemerintah perlu menjawab pertanyaan tersebut dengan data dan kebijakan konkret, bukan hanya dengan narasi optimisme.
Kita membutuhkan pertumbuhan yang memperluas kesempatan ekonomi, memperkuat pendapatan masyarakat, dan mengurangi kerentanan rumah tangga. Jika ekonomi tumbuh, tetapi kelompok rentan tetap kesulitan mengakses kebutuhan dasar, berarti masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan.
Jawa Timur tidak kekurangan potensi ekonomi. Tantangannya adalah memastikan potensi itu menghasilkan keadilan ekonomi.
Pendidikan: Jangan Puas dengan Angka Partisipasi
Pembangunan manusia merupakan ukuran penting untuk menilai masa depan suatu daerah. Namun, peningkatan indikator pembangunan manusia harus berjalan bersama peningkatan kualitas layanan publik.
Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur pada 2025 mencapai 76,13. Harapan Lama Sekolah tercatat 13,44 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas baru 8,39 tahun.
Lebih penting lagi, evaluasi DPRD Jawa Timur terhadap LKPJ Tahun Anggaran 2025 menemukan capaian satuan pendidikan yang memenuhi standar kompetensi minimum numerasi hanya 46,30 persen, sementara targetnya 54,92 persen. Harapan Lama Sekolah juga belum mencapai target daerah.

