Namun, keluarga mengaku belum memperoleh jawaban mengenai hasil pemeriksaan internal. “Mereka belum bisa menjawab. Kata mereka investigasinya belum selesai,” kata perwakilan keluarga berinisial Y.

Pernyataan itu seharusnya menjadi pengingat bahwa permintaan maaf dan penjelasan merupakan dua hal berbeda. Belasungkawa menunjukkan empati, sedangkan penjelasan diperlukan untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang terjadi dan bagaimana rumah sakit mengevaluasi penanganan pasien.

Keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Rumah sakit juga berhak menjaga kerahasiaan medis pasien dan tidak semestinya menyampaikan kesimpulan sebelum pemeriksaan selesai. Akan tetapi, kewajiban menjaga privasi bukan alasan untuk menutup seluruh informasi mengenai proses penanganan pengaduan.

Manajemen tetap dapat menjelaskan tahapan investigasi, mekanisme evaluasi, serta waktu pembaruan informasi yang realistis tanpa membuka data medis yang bersifat rahasia.

Sayangnya, upaya wartawan meminta klarifikasi langsung kepada manajemen BHC pada 19 Oktober 2026 belum membuahkan hasil. Petugas keamanan menyampaikan bahwa jajaran manajemen sedang berada di Surabaya.

Upaya menghubungi Direktur BHC dan bagian hubungan masyarakat serta pemasaran melalui telepon dan WhatsApp juga belum memperoleh tanggapan hingga pemberitaan sebelumnya disusun.

Rangkaian keadaan itu memang belum membuktikan adanya kesengajaan untuk menghindari media. Namun, dari sudut pandang komunikasi publik, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penjelasan resmi yang dibutuhkan masyarakat belum tersedia secara memadai.

Bagi seorang direktur, situasi semacam ini semestinya tidak dibiarkan berlarut-larut.

Jangan Berlindung di Balik SOP