MDW Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Siswi Magang di Bank Jatim Cabang Sampang
SAMPANG, dimadura.id – Kasus dugaan pelecehan terhadap siswi magang SMKN 1 Sampang di lingkungan Bank Jatim Cabang Sampang memantik reaksi keras dari aktivis LSM Madura Development Watch (MDW).
Siti Farida, salah satu anggota MDW, mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas dan profesional dalam menangani kasus yang mencoreng dunia pendidikan serta nama baik lembaga keuangan daerah tersebut.
“Jika memang bukti sudah cukup, kenapa tidak segera dilakukan penangkapan? Jangan-jangan pak polisi sudah ‘masuk angin’?” ujarnya dengan nada kecewa, Jum’at (17/10/2025).
Farida menegaskan, lambannya aparat dalam menindak pelaku hanya akan menimbulkan keresahan dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Kalau kasus seperti ini tidak segera diselesaikan, masyarakat bisa kehilangan rasa aman. Polisi yang seharusnya melindungi justru terkesan abai,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti tanggung jawab moral Bank Jatim sebagai lembaga pelayanan publik yang wajib menciptakan lingkungan kerja aman, terutama bagi para siswa yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL).
“Bank Jatim harus bertanggung jawab memastikan kejadian semacam ini tidak terulang lagi. Mereka seharusnya menjadi contoh profesionalisme, bukan justru tempat siswa mengalami trauma,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah S, siswi magang dari SMKN 1 Sampang, diduga menjadi korban pelecehan oleh salah satu karyawan Bank Jatim berinisial MM pada Senin (29/9/2025) lalu.
Pelaku disebut meraba bagian tubuh sensitif korban dan mengucapkan kalimat yang mengarah pada pelecehan seksual.
Kuasa hukum korban, Hajatulloh, mengungkapkan bahwa tindakan tak pantas tersebut bukan kali pertama dilakukan pelaku.
Ia juga menyayangkan sikap seorang satpam Bank Jatim berinisial M yang diduga ikut mendukung perilaku tidak senonoh tersebut.
“Sebagai satpam, seharusnya dia memberi perlindungan, bukan malah membiarkan bahkan mendukung perilaku amoral di tempat kerja,” ujar Hajatulloh.
Ia menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Bank Jatim dan SMKN 1 Sampang untuk membawa kasus ini ke ranah hukum agar menjadi pelajaran dan mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
“Agar perbuatan ini tidak terjadi lagi pada siswi lain, kami akan melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Sampang,” tegasnya.
Kemudian, pada (6/10) korban bersama keluarga dengan didampingi kuasa hukumnya telah melaporkan kasus tersebut ke polisi untuk diproses secara hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Jatim Cabang Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus pelecehan tersebut.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





