Basarnas kemudian mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju titik dugaan Last Known Position (LKP). Lokasi tersebut berjarak sekitar 9,98 mil laut dari pangkalan dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.
Operasi melibatkan Basarnas, Polairud, TNI AL, kepolisian, BPBD, KSOP, serta masyarakat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan sektor pencarian ditentukan berdasarkan data BMKG.
"Semua sektor kita lakukan pencarian berdasarkan data BMKG yang kami dapatkan. Untuk cuaca saat ini cerah berawan, mudah-mudahan sampai sore hari cerah berawan," kata Al Amrad di Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang, Kamis (10/9).
Lebih dari 300 personel terlibat dalam keseluruhan operasi, termasuk yang berada di posko.
"Penambahan alut sebenarnya masih alut yang sama. Sama dengan kemarin. Hanya mungkin untuk personel yang terlibat secara keseluruhan 300 lebih itu sudah termasuk yang di posko," ujarnya.
Pencarian dari udara juga dilakukan menggunakan helikopter hingga kawasan pesisir Carita dengan ketinggian sekitar 15.000 hingga 25.000 kaki. Belum ditemukan tanda keberadaan rombongan.
Dugaan Jejak
Tim SAR sebelumnya menemukan sebuah life jacket dan pelampung botol di sekitar Anyer. Temuan itu belum dapat dipastikan berkaitan dengan Arupadhatu 1.
Pemilik kapal, Sandi Wiyasa, menyebut life jacket tersebut berbeda warna dengan perlengkapan keselamatan di kapalnya. Dalam foto yang beredar, benda itu berwarna jingga atau oranye. Sementara pelampung Arupadhatu 1 disebut berwarna merah dan hijau terang.

