NASIONAL, DIMADURA–Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) menjajaki penguatan kerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Selasa (20/10/2026).
Pertemuan tersebut untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha di sektor pertanian, termasuk pengembangan komoditas kopi.
Komitmen itu dibahas dalam audiensi Badan Pengurus Pusat HIPKA dengan Wakil Menteri Pertanian Letjen TNI (Purn.) Muhammad Saleh Mustofa di Jakarta.
Ketua BPP HIPKA Ali Hasan Mun’im mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membicarakan potensi kerja sama antara pemerintah dan kalangan pengusaha dalam mendorong pengembangan sektor pertanian.
“Alhamdulillah, kami tadi beraudiensi dengan Pak Wamen. Kami banyak berdiskusi soal pertanian,” kata Ali Hasan kepada media, Selasa. (20/10/26).
Menurut Ali, HIPKA memiliki potensi sumber daya pengusaha yang dapat dilibatkan dalam mendukung program pemerintah.
Ia menyebut, terdapat 62 pengusaha HIPKA yang memiliki keterkaitan dengan Kementerian Pertanian.
Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi modal untuk memperluas kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, baik dalam pengembangan kegiatan pertanian maupun peningkatan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.
Ali Hasan, yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia dan Tenaga Ahli DPR RI, menyampaikan bahwa pembahasan audiensi mencakup dua agenda utama.
Pertama, membangun sinergi antara Kementerian Pertanian dan pengusaha HIPKA yang bergerak di sektor pertanian. Kedua, mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain membahas ketahanan pangan secara umum, pertemuan tersebut turut menyoroti peluang pengembangan usaha kopi.
Dukungan penyediaan benih menjadi salah satu kebutuhan yang dibicarakan untuk membantu pengusaha mengembangkan kegiatan usahanya di sektor perkebunan.
Ali mengatakan, Kementerian Pertanian menyatakan dukungan terhadap pengusaha kopi, terutama terkait penyediaan benih.
“Kementerian Pertanian akan mendukung penuh pengusaha kopi, khususnya dalam hal pemberian benih,” ujar Ali.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah dan pelaku usaha.
Namun, lanjut dia, bentuk pelaksanaan, mekanisme penyaluran benih, serta jumlah pengusaha yang akan terlibat masih perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi kedua pihak.
Kolaborasi ini juga dinilai dapat mempertemukan kebutuhan pemerintah dalam pembangunan pertanian dengan kapasitas pelaku usaha, mulai dari pengembangan produksi hingga penguatan kegiatan ekonomi berbasis komoditas perkebunan.
Dalam audiensi itu, rombongan BPP HIPKA terdiri atas Ketua Ali Hasan Mun’im, Sekretaris Jenderal Ahmad Muntaha, Wakil Ketua Umum George Edwin, serta Jack dari kompartemen.
Hadir pula Ketua Badan Pengurus Wilayah HIPKA Jawa Barat Kurnia dan Ketua Badan Pengurus Daerah HIPKA Kota Bogor Riski.
Rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustofa bersama Direktur Perbenihan Perkebunan Ebi Rulianti.
Melalui pertemuan tersebut, HIPKA berharap hubungan kerja sama dengan Kementerian Pertanian semakin erat.
Organisasi pengusaha tersebut juga mendorong agar potensi anggotanya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mengembangkan peluang usaha di sektor perkebunan, termasuk kopi.
"Ke depan, tindak lanjut kerja sama ini menjadi penting agar hasil audiensi tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat diwujudkan dalam program yang terukur dan memberi manfaat bagi pengusaha maupun pengembangan sektor pertanian nasional," pungkasnya. ***

