Teknologi dapat menjadi instrumen untuk memperluas pengetahuan dan manfaat, selama penggunaannya tetap berpijak pada prinsip moral.

ATA 2026 sekaligus menjadi pintu awal mahasiswa baru mengenal lingkungan akademik IDB Pamekasan.

Mereka diperkenalkan pada kehidupan kampus dengan bekal nilai yang diharapkan dapat menjadi pegangan dalam menghadapi perubahan.

Mahasiswa baru diharapkan tumbuh sebagai generasi yang adaptif terhadap digitalisasi tanpa kehilangan karakter pesantren.

Kemampuan akademik, kecakapan teknologi, dan akhlakul karimah ditempatkan sebagai bagian yang saling melengkapi.

Di tengah arus digital yang semakin cepat, kata Syamsul, pesan yang dibawa ATA 2026 sederhana, bahwa kemajuan teknologi itu perlu diikuti kemampuan untuk menentukan arah penggunaannya.

"Di situlah nilai-nilai pesantren mendapat ruang untuk tetap menjadi kompas," katanya. ***