Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan resmi membuka ATA 2026 pada 9 September. Agenda mahasiswa baru ini mengemban visi integrasi nilai pesantren dengan perkembangan teknologi digital.
_____
PAMEKASAN, DIMADURA — Dunia digital bergerak cepat. Pesantren memiliki cara sendiri untuk memastikan perubahan itu tidak mengikis nilai.
Di Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, keduanya dipertemukan dalam ruang pendidikan yang tetap menempatkan akhlak dan tradisi keilmuan sebagai pijakan.
Gagasan itu menjadi napas Ayyamut Ta’aruf Li Al-Mustajiddin (ATA) 2026 yang digelar IDB Pamekasan pada 9–11 September 2026.
Agenda penyambutan mahasiswa baru tersebut diarahkan untuk memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus membangun kesiapan menghadapi perkembangan teknologi digital.
Rektor IDB Pamekasan, RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, Lc., M.A., membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu berjalan bersama keteguhan akhlak dan tradisi keilmuan pesantren.
"Pemanfaatan teknologi digital merupakan sebuah keharusan bagi generasi muda saat ini. Namun, fondasi moral dan tradisi keislaman yang dipelajari di lingkungan pesantren harus tetap menjadi pemandu agar pemanfaatan teknologi membawa maslahat dan dampak positif bagi masyarakat luas," jelasnya.
Menurut dia, perkembangan teknologi semestinya tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang berjarak dengan nilai-nilai pesantren.
Teknologi dapat menjadi instrumen untuk memperluas pengetahuan dan manfaat, selama penggunaannya tetap berpijak pada prinsip moral.
ATA 2026 sekaligus menjadi pintu awal mahasiswa baru mengenal lingkungan akademik IDB Pamekasan.
Mereka diperkenalkan pada kehidupan kampus dengan bekal nilai yang diharapkan dapat menjadi pegangan dalam menghadapi perubahan.
Mahasiswa baru diharapkan tumbuh sebagai generasi yang adaptif terhadap digitalisasi tanpa kehilangan karakter pesantren.
Kemampuan akademik, kecakapan teknologi, dan akhlakul karimah ditempatkan sebagai bagian yang saling melengkapi.
Di tengah arus digital yang semakin cepat, kata Syamsul, pesan yang dibawa ATA 2026 sederhana, bahwa kemajuan teknologi itu perlu diikuti kemampuan untuk menentukan arah penggunaannya.
"Di situlah nilai-nilai pesantren mendapat ruang untuk tetap menjadi kompas," katanya. ***

