Di luar liputan, Didik merawat kecintaannya pada anggrek dan burung berkicau. Berikut percakapannya tentang jurnalistik, televisi, Diluar TV, dan perjalanan hidupnya.
Kenapa Mas Didik pilih jadi Jurnalis TV, dan kenapa pula resign dari NET TV, juga dari BTV?
Suka aja. Tapi ini ya, bahwa dunia pertelevisian itu karakternya adalah mengejar rating. Maka bener kata penyanyi itu, "Televisi memuat berita tak penting. Mengejar rating."
Jadi kamu itu keluar dari kontributor TV itu karena nggak suka kerja untuk TV?
Ya, karena televisi itu adalah industri yang kapital. Sangat kapital. Jadi konteksnya itu, wartawan bagi perusahaan TV itu sama dengan tuan dan tenaga kerja.
Jadi bagaimana itu sebuah nilai; kalau barang itu di pabrik memiliki nilai, maka barang dalam televisi adalah berita. Maka industri televisi itu mendapatkan nilai dari pergerakan kontributor. Alat-alat kapitalnya di situ.
Makanya, ketika sistem kerja di dunia pertelevisian kita itu masih seperti hari ini, ini sama aja dengan burung maspion dan tidak akan pernah menyejahterakan.
Tapi bukankah fee-nya itu lumayan? Kalau nggak salah, setiap video dihargai Rp300 ribu?
Ya betul.
Tapi dimuat setiap kapan atau seperti apa?

