Saya lahir di Dapil Kota, di Kalianget, di pinggir laut, Jalan Tasik Temor, Kompleks PT Garam Persero. Tahun 1983. Bulan Maret. Tanggal satu. Orangtua dari Solo, tapi saya lahir di sini. Saya bangga jadi orang Kalianget, Sumenep.
Saya lahir tepat saat “Serangan Fajar”, Pak Harto.
Waktu itu orang-orang menonton televisi hitam putih, menghasilkan sebuah proses semi kudeta saat itu.
Tanggal 1 Maret saat itu ya, viral istilah ini: janur kuning, operasi janur kuning kita mengenalnya.
Transisi dan Peralihan Karir
Bisa disampakkan masa peralihan kerjamu dari Net TV? Saya tahu waktu itu kamu juga mengelola Seputar jatim?
Jadi gini, bahwa industri TV itu sama seperti industri perkapalan. Kalau di perkapalan kita mengenal Perusahaan Meratus, Perusahaan Sino-Line Group atau Aisino Corp, seperti juga PT Garam, perusahaan anu lah, alat angkut kapal itu ya, sama juga seperti itu. RCTI, TVRI, dlsb.
Ini hanya soal pindah dari kapal satu ke kapal lain. Misalnya naik ke kapal apa hari ini, aku naik ke kapal Metro TV, besok mungkin naik ke kapal TVRI, dan selanjutnya dari Meratus ke Sino Line, dari PT Garam ke ini, itu hanya soal..., makanya tidak akan pernah ada kontributor TV yang menetap pada satu stasiun.
Ngomong-ngomong, dari NetTV itu kapan kamu berhentinya?
Ya, sekitar tahun 2019-2020 itu lah
Saya di NET TV sudah di awal berdirinya Net TV. Itu saya di 2013, sampai tutup, ketika kantor NET TV Biro itu di sana, di Surabaya. Jalan Nibong Malang, di situ Kantor Net TV Biro.
Saat NET TV tutup, ataukah sebelumnya kamu sudah sambilalu jalankan Seputar Jatim?

