Mengejar Cerita
Bagi Adi, liputan langsung memiliki nilai tersendiri. Ia ingin melihat sendiri tempat yang diberitakan, bertemu orang-orang yang tinggal di dalamnya, kemudian menggali cerita dari sumber pertama.
“Saya lebih suka menulis berita hasil terjun di lapangan langsung,” katanya.
Menurut dia, informasi yang diperoleh di lapangan sering kali jauh lebih kaya daripada keterangan yang didapat melalui percakapan telepon.
Ia melihat perkembangan teknologi turut mengubah cara kerja jurnalistik. Termasuk setelah hadirnya berbagai perangkat berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Ia menilai sebagian produksi berita kini cenderung bergerak cepat berdasarkan isu yang beredar, kemudian dikonfirmasi melalui telepon.
Cara itu memang membuat berita lebih cepat diproduksi, tetapi menurutnya ada sesuatu yang bisa hilang: pengalaman langsung di lapangan.
Ia lebih memilih mendatangi lokasi dan menggali cerita dari orang-orang yang benar-benar mengetahui persoalan.
Bukan berarti kasus tidak penting. Namun, menurut Adi, jurnalistik juga mempunyai ruang untuk mengangkat sesuatu yang belum ramai, belum viral, bahkan belum diketahui banyak orang.
Di situlah wartawan memiliki kesempatan untuk menemukan cerita yang berbeda.

