Dengar Suara Warga

Ketika mendatangi sebuah destinasi wisata, misalnya, wartawan tidak cukup hanya memotret panorama atau mencatat nama lokasi. Ada juru kunci, tokoh masyarakat, sesepuh, dan warga yang menyimpan cerita di balik tempat tersebut.

Dari merekalah, kata Adi, wartawan bisa menemukan informasi mengenai sejarah, situs, hingga kisah lisan yang diwariskan turun-temurun.

“Kadang di situ kita akan mendapatkan informasi tentang sejarah, situs ataupun kisah lisan lain yang bersifat turun-temurun.”

Cerita semacam itu, bagi Adi, merupakan bahan jurnalistik yang berharga. Sebab, berita tidak berhenti pada informasi permukaan. Ada konteks dan cerita manusia yang membuat sebuah tempat menjadi lebih hidup.

Potensi Daerah

Ketertarikan Adi terhadap liputan lapangan berjalan beriringan dengan kegemarannya menjelajah.

Ia mengaku tidak terlalu tertarik menjadikan kasus sebagai satu-satunya sumber pemberitaan. Sebaliknya, ia lebih menikmati proses menemukan sesuatu yang memiliki nilai bagi daerah.

Pandangan itu semakin kuat ketika Sumenep menggenjot sektor pariwisata melalui program Visit Year 2019. Saat itu, Achmad Fauzi masih menjabat Wakil Bupati Sumenep.

Adi mulai mendatangi sejumlah destinasi yang ketika itu belum banyak diberitakan. Gili Labak, Pantai Sembilan, Pantai Badur, hingga Air Terjun Durbugan di Batuputih menjadi beberapa lokasi yang ia liput.