Pola itu menunjukkan satu hal, bahwa digitalisasi tidak cukup diperkenalkan melalui meja kantor. Ia harus dibawa mendekati penggunanya dan, Pinca Bambang memilih cara itu.
Di Tengah Agenda Daerah
Di luar layanan perbankan digital, Bank Jatim di bawah kepemimpinannya boleh dibilang cukup aktif mendukung sejumlah agenda daerah. Melalui CSR.
Dukungan antara lain diberikan dalam rangkaian Event Sumenep 2026. Atas dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut, Pinca Bambang bahkan sempat menerima penghargaan dari Bupati Sumenep.
Bagi sebuah bank pembangunan daerah, keterlibatan seperti itu bukan semata urusan bantuan kegiatan. Ada hubungan kelembagaan yang dibangun di dalamnya. Bank hadir sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
Di titik ini, saya melihat sosok pemimpin yang berusaha menempatkan Bank Jatim bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi sebagai institusi yang ikut bergerak bersama pemerintah dan masyarakat.
Tiga Prinsip Kepemimpinan Pinca Bambang
Kalau harus saya sederhanakan dari cara Pinca Bambang bekerja selama di Sumenep, ada tiga prinsip yang paling terasa.
Pertama, mendengar dari dekat.
Ia memilih bertemu langsung. Mendatangi banyak pihak, membuka komunikasi, dan mendengar kebutuhan sebelum menawarkan kerja sama. Kedekatan baginya bukan basa-basi, melainkan cara memahami persoalan.

