REGIONAL, DIMADURA – Menulis bagi wartawan tidak berhenti pada kemampuan merangkai kata. Di balik setiap berita, ada tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan memberi manfaat bagi pembaca.

Semangat untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas tulisan itulah yang mengantarkan tiga wartawan menjadi peserta terbaik Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2026 LPDS-SKK Migas Jabanusa.

Mereka adalah Hayat, wartawan Madura Today, sebagai peserta terbaik tingkat Muda; Ika Suryani Syarief, wartawati Suara Surabaya, sebagai peserta terbaik tingkat Madya; dan Prengki Wirananda, Pemimpin Redaksi Klik Madura sekaligus anggota SMSI Sumenep, sebagai peserta terbaik tingkat Utama.

Penghargaan diberikan dalam rangkaian penutupan UKW 2026 yang dilanjutkan dengan Lokakarya Media di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (16/9/2026).

Sekitar 80 jurnalis dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menghadiri kegiatan tersebut. Penyerahan penghargaan peserta terbaik dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, kemudian dilanjutkan foto bersama perwakilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan LPDS.

Bagi Hayat, proses menjadi wartawan merupakan perjalanan yang tidak pernah selesai. Setiap tulisan menjadi ruang untuk belajar sekaligus menguji sejauh mana seorang jurnalis mampu memberi arti melalui informasi.

“Menulis adalah cara merawat ingatan. Ketika kata-kata ditulis dengan tanggung jawab, ia bisa menjadi jejak bagi zaman,” kata Hayat kepada media ini, Kamis (17/9).

Sementara Ika Suryani Syarief memandang UKW sebagai ruang untuk mengukur kembali kemampuan jurnalistik yang selama ini dijalani di lapangan.

“UKW menjadi pengingat bahwa pengalaman di lapangan harus terus dibarengi dengan proses belajar dan peningkatan kompetensi,” ungkap Ika.

Terpisah, Anggota SMSI Sumenep, Prengki Wirananda, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Predikat tersebut, kata dia, berada di luar ekspektasinya ketika mengikuti UKW.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Sebenarnya, saya tidak pernah berekspektasi menjadi peserta terbaik, bagi saya lulus UKW Utama saja sudah luar biasa,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Menurut Prengki, UKW tidak semestinya dipandang sebagai formalitas untuk memperoleh sertifikat. Uji kompetensi merupakan bagian dari proses meningkatkan kemampuan dan profesionalitas wartawan.

“Semakin banyak jurnalis yang kompeten, maka akan semakin baik informasi yang diproduksi sehingga masyarakat akan semakin teredukasi,” kata penulis buku Merajut Mimpi Madura Provinsi itu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas Jabanusa yang terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui penyelenggaraan UKW.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan UKW bersama LPDS menjadi salah satu ikhtiar untuk mendorong lahirnya jurnalis profesional dan kompeten.

Menurut dia, peningkatan kompetensi jurnalis semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Kompetensi diperlukan agar wartawan mampu menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus membantu masyarakat terhindar dari informasi keliru.

“Terima kasih LPDS yang telah bekerja sama dengan kami dalam menyelenggarakan UKW, selamat bagi para peserta terbaik,” katanya.

Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas Jabanusa atas komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi wartawan melalui UKW.

Sekadar informasi, UKW LPDS-SKK Migas Jabanusa 2026 digelar di Hotel Platinum, Surabaya, selama tiga hari. Dari 42 wartawan yang mendaftar, sebanyak 38 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan mengikuti seluruh rangkaian ujian.

Dari jumlah tersebut, empat peserta dinyatakan belum kompeten. Rinciannya, dua peserta tingkat Utama, satu tingkat Madya, dan satu tingkat Muda.

Rangkaian UKW kemudian ditutup melalui Lokakarya Media di Yogyakarta yang sekaligus menjadi momentum pemberian penghargaan kepada tiga peserta terbaik dari jenjang Muda, Madya, dan Utama. ***