[caption id="attachment_16906" align="alignleft" width="80"]Konfercab NU Kupas Wajah Suram Sumenep Suasana Konfercab NU Sumenep 2025 di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Minggu 7 Desember 2025 (Foto: Doc. Dimadura)[/caption] [caption id="attachment_16907" align="aligncenter" width="700"]Ketua PCNU Sumenep 2020-2025, KH. A. Pandji Taufiq, saat sambutan di Konfercab NU Sumenep 2025 (Foto: Doc. Dimadura) Ketua PCNU Sumenep 2020-2025, KH. A. Pandji Taufiq, saat sambutan di Konfercab NU Sumenep 2025 (Foto: Doc. Dimadura)[/caption]

Kiai Pandji juga berharap kepemimpinan PCNU Sumenep ke depan diisi oleh figur yang lebih progresif, visioner, dan mampu menggerakkan struktur hingga ke tingkat wakil cabang dan ranting, baik secara administratif, juga aktif serta berdaya dalam menggerakkan jam’iyah.

“Tinggal bagaimana kita merangkai langkah-langkah itu dengan baik. Insyaallah ini akan kita bahas dan perbaiki bersama,” pesannya.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, isu lingkungan memang telah menjadi perhatian khusus dalam rangkaian Konfercab PCNU Sumenep.

Dalam lokakarya perencanaan program lima tahunan yang digelar Sabtu (25/10) hingga Ahad (26/10), isu ekologi masuk sebagai salah satu agenda strategis yang mendapatkan sorotan serius.

Ketua Konfercab PCNU Sumenep, A. Kurdi Khan, menjelaskan bahwa selain sektor ekonomi dan penguatan nilai keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah, persoalan lingkungan menjadi fokus pembahasan bersama akademisi, praktisi, serta pengurus NU dari berbagai wilayah.

Bahkan, muncul usulan agar PCNU Sumenep membentuk lembaga khusus yang menangani isu lingkungan hidup secara lebih terstruktur.

Sementara itu, aktivis lingkungan sekaligus Wakil Ketua PCNU Sumenep periode 2020 – 2025, A. Dardiri Zubairi, menekankan pentingnya NU memperkuat konsolidasi dengan kekuatan-kekuatan kultural di akar rumput.

Menurutnya, ketika kekuatan tersebut benar-benar menubuh, NU akan lebih efektif dalam mengawal persoalan riil yang dihadapi warga, terutama yang bersinggungan dengan kebijakan publik.

Ia mencontohkan pentingnya NU mengawal persoalan pesisir, laut, dan nasib nelayan, seperti kasus di wilayah Tapakerbuy Gersik Putih, Kecamatan Gapura, serta pencemaran limbah tambak udang di hampir seluruh pesisir Sumenep. ***