NEWS SUMENEP, DIMADURA – Proyek rehabilitasi SDN Brakas V di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menuai keluhan dari wali murid dan masyarakat.
Pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak ketiga, CV Andi Karya, dinilai belum memberikan dampak optimal terhadap kenyamanan lingkungan belajar karena masih menyisakan material bangunan di sejumlah titik sekolah.
Alih-alih memperbaiki fasilitas pendidikan, kondisi pascaproyek justru memunculkan persoalan baru.
Ruang kelas dan area sekolah tampak tidak tertata akibat sisa pekerjaan rehabilitasi yang belum dibersihkan secara menyeluruh, sehingga dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, rehabilitasi SDN Brakas V berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dengan nilai anggaran sebesar Rp137.200.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2025. Proyek tersebut dijadwalkan rampung dalam waktu 60 hari kalender.
Namun, sejumlah wali murid mengaku kecewa dengan hasil akhir pekerjaan. Mereka menyebut kondisi ruang kelas setelah rehabilitasi justru lebih semrawut dibandingkan sebelumnya.
Beberapa material bangunan, termasuk sisa cor dan kaca, masih ditemukan berada di dalam ruang belajar.
“Setelah proyek selesai, malah harus bersih-bersih lagi. Sebelumnya ruang kelas ada kacanya, sekarang justru tidak ada. Kaca dan sisa cor masih ditumpuk di dalam kelas,†ujar salah satu wali murid, Kamis (15/1).
Tak hanya di ruang kelas, sisa material bangunan juga terlihat di area sekolah lainnya.
Akibatnya, siswa dan guru terpaksa melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekolah agar kegiatan belajar tetap bisa berlangsung.

