Di bidang pelayanan publik, lanjut dokter Erly, terus diupayakan pengoptimalan sistem pendaftaran dan antrean berbasis digital. "Pasien dapat mendaftar secara daring, memilih jadwal pemeriksaan, serta mengakses informasi layanan dengan lebih mudah," katanya.

Menurut dr. Erliyati, transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik. Perubahan juga diarahkan pada sistem pelayanan agar lebih cepat, aman, dan berkualitas.

    Foto 4

    Foto 4: Perangkat infus otomatis dan alat pemantauan pasien terpasang di ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk mendukung perawatan intensif pasien dengan kondisi kritis yang memerlukan pengawasan medis selama 24 jam. (Ilustrasi/istimewa)

 

Peningkatan layanan tersebut berlangsung setelah RSUDMA resmi naik status menjadi rumah sakit tipe B. Status itu membuka peluang lebih besar bagi rumah sakit untuk menangani kasus medis yang lebih kompleks.

RSUDMA memastikan pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap menjadi prioritas. Rumah sakit juga berkomitmen menjaga akses layanan yang merata bagi seluruh masyarakat, termasuk warga kepulauan.

“Setiap program pengembangan kami arahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat,” pungkas dokter Erliyati. 
---