Masyarakat juga dapat menggunakannya untuk menyampaikan gagasan, usulan, serta kebutuhan pembangunan di lingkungannya.
Lebih lanjut pihak juga berharap, program tersebut menjadi ruang bagi warga yang merasa belum mendapatkan akses pelayanan secara setara.
Karena itu, Bappeda menekankan pentingnya menciptakan ruang komunikasi yang aman dan terbuka bagi seluruh masyarakat.
"Kami ingin menyediakan ruang yang aman, nyaman, dan adil untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki hak yang setara, baik laki-laki maupun perempuan," ucapnya.
Arif menilai, pengaktifan kembali PosCurhat dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
Aspirasi yang dihimpun dari tingkat paling bawah diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, PosCurhat dapat menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat dan pemerintah.
Dengan demikian, kebijakan pembangunan yang dihasilkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan warga tanpa membedakan jenis kelamin maupun latar belakang sosial.
"Kami berharap PosCurhat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif di Kabupaten Sumenep," tutupnya. ***

