Fauzi menambahkan, kepercayaan pemerintah pusat kepada Sumenep dalam pelaksanaan program pertanian harus dijawab dengan tata kelola yang profesional dan transparan.
Pemerintah daerah juga dituntut memastikan dukungan tersebut dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi petani.
"Kepercayaan dari Kementerian Pertanian merupakan tanggung jawab besar. Kami akan memastikan setiap program dikelola secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada petani," ungkapnya.
Ia berharap penguatan kerja sama tersebut dapat mendorong peningkatan produksi pertanian, pengembangan komoditas unggulan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Namun, pemerintah daerah lanjutnya, menyadari keberhasilan program tetap ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan. Ukuran keberhasilan tidak hanya terletak pada besarnya dukungan anggaran atau intensitas koordinasi, tetapi pada dampak yang dirasakan petani.
Mulai dari meningkatnya produktivitas, terkendalinya biaya produksi, terserapnya hasil panen, hingga bertambahnya pendapatan petani menjadi indikator penting yang harus dicapai.
"Harapan kami, petani semakin maju, produktivitas meningkat, pendapatan bertambah, dan Sumenep mampu menjadi salah satu daerah pertanian unggulan di Indonesia," tutur dia.
Dalam pertemuan itu, Bupati Sumenep juga menyerahkan cinderamata berupa keris khas Sumenep kepada jajaran Kementerian Pertanian.
Pemberian tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya Sumenep dalam hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. ***

