SUMENEP, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten (Pemkav) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjalin sinergi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jumat (24/7/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa berbagai program strategis di sektor pertanian tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi juga berujung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para petani.
Penguatan sinergi itu dilakukan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui pertemuan dengan jajaran Kementerian Pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, bupati didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Moh Helmi.
Bupati Fauzi mengatakan, dukungan pemerintah pusat harus dikawal melalui pelaksanaan program yang terukur dan berorientasi pada kebutuhan petani.
Menurut dia, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari dampak yang dihasilkan di lapangan.
"Kami ingin setiap program pertanian benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Itu komitmen yang terus kami perjuangkan bersama pemerintah pusat," ucap Fauzi, Sabtu (26/7/2026).
Ia menilai, koordinasi dengan Kementerian Pertanian penting untuk memastikan kebijakan nasional dapat diterapkan sesuai karakteristik dan kebutuhan sektor pertanian di Sumenep.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat agar setiap program berjalan efektif serta tepat sasaran.
"Koordinasi dengan Kementerian Pertanian akan terus kami perkuat agar seluruh program memberikan hasil maksimal bagi masyarakat," ujarnya.
Fauzi menambahkan, kepercayaan pemerintah pusat kepada Sumenep dalam pelaksanaan program pertanian harus dijawab dengan tata kelola yang profesional dan transparan.
Pemerintah daerah juga dituntut memastikan dukungan tersebut dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi petani.
"Kepercayaan dari Kementerian Pertanian merupakan tanggung jawab besar. Kami akan memastikan setiap program dikelola secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada petani," ungkapnya.
Ia berharap penguatan kerja sama tersebut dapat mendorong peningkatan produksi pertanian, pengembangan komoditas unggulan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Namun, pemerintah daerah lanjutnya, menyadari keberhasilan program tetap ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan. Ukuran keberhasilan tidak hanya terletak pada besarnya dukungan anggaran atau intensitas koordinasi, tetapi pada dampak yang dirasakan petani.
Mulai dari meningkatnya produktivitas, terkendalinya biaya produksi, terserapnya hasil panen, hingga bertambahnya pendapatan petani menjadi indikator penting yang harus dicapai.
"Harapan kami, petani semakin maju, produktivitas meningkat, pendapatan bertambah, dan Sumenep mampu menjadi salah satu daerah pertanian unggulan di Indonesia," tutur dia.
Dalam pertemuan itu, Bupati Sumenep juga menyerahkan cinderamata berupa keris khas Sumenep kepada jajaran Kementerian Pertanian.
Pemberian tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya Sumenep dalam hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. ***

