SUMENEP, DIMADURA – Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu melanjutkan agenda silaturahmi dengan insan pers melalui kunjungan ke Kantor Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep, Rabu (29/7/2026) siang.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari safari yang dilakukan Polresta Sumenep untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan media.
Rombongan Kapolresta disambut langsung Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, bersama Pembina SMSI Hairul Anwar serta seluruh pengurus dan anggota organisasi. Pertemuan berlangsung hangat dalam suasana penuh keakraban dan dialog santai.
Dalam sambutannya, Wahyudi mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapolresta Sumenep beserta jajaran. Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Polresta Sumenep itu menjadi bentuk penghargaan terhadap peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kapolresta ke Kantor SMSI Kabupaten Sumenep. Ini menjadi kehormatan bagi kami sekaligus bukti bahwa sinergi antara kepolisian dan media terus terbangun dengan baik. SMSI siap menjadi mitra yang konstruktif, menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Sumenep," kata Wahyudi.
Pada kesempatan ini, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu menjelaskan bahwa kunjungan ke SMSI merupakan rangkaian safari silaturahmi yang telah dimulai sejak pagi hari.
Sebelum bertemu pengurus SMSI, pihaknya lebih dahulu bersilaturahmi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), kemudian melakukan pertemuan dengan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo di Pendopo Keraton Sumenep.
Kapolresta juga memperkenalkan latar belakang dirinya kepada para pengurus SMSI. Ia mengungkapkan memiliki kedekatan emosional dengan Kabupaten Sumenep karena ibunya berasal dari Sumenep, sementara ayahnya berasal dari Tulungagung. Sebelum bertugas di Kota Keris, ia cukup lama berdinas di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Menurut Ariek, hubungan antara kepolisian dan media harus dibangun di atas semangat kolaborasi. Baginya, keberhasilan menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak dapat dicapai tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk insan pers.
"Kolaborasi itu seperti bergandengan tangan. Kalau satu sakit, semuanya tidak boleh ikut sakit. Begitu juga di Polresta Sumenep, kalau sudah berkolaborasi, ketika satu merasa senang, yang lain juga harus ikut senang. Semangat kebersamaan itulah yang ingin terus kami bangun," kata Ariek.

