Menurut dia, mahasiswa baru perlu mendapatkan pemahaman mengenai kehidupan akademik dan berbagai aspek yang berbeda dari jenjang pendidikan sebelumnya.

“PKKMB itu bukan ospek. Ini merupakan pengenalan kehidupan kampus karena dunia perguruan tinggi berbeda dengan sekolah. Ketika menjadi mahasiswa, kalian sudah dianggap dewasa. Karena itu, perilaku, karakter, dan sikap harus mencerminkan kedewasaan,” kata Asmoni.

Ia mengatakan mahasiswa akan berhadapan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, Asmoni meminta mahasiswa tidak menjadikan pencapaian nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan. 

Ia mendorong, mahasiswa juga perlu mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, mengikuti organisasi, terlibat dalam penelitian, serta aktif dalam kegiatan pengabdian.

“Pilar pertama adalah akademik. Kuliah bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi juga membangun kompetensi dan relasi. Pilar kedua adalah karakter dengan menjaga nama baik almamater. Pilar ketiga adalah kontribusi melalui organisasi, lomba, riset, pengabdian, dan berbagai kegiatan lainnya,” ujarnya.

Asmoni juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menjalani rutinitas kuliah lalu kembali ke rumah. 

Menurut dia, lingkungan kampus merupakan ruang untuk membangun pengalaman dan jaringan yang dapat menjadi bekal setelah lulus.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Kalian harus membangun jaringan dan ikut berkontribusi. Perguruan tinggi swasta tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri. Yang menentukan adalah kualitas dan kemauan mahasiswanya,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Asmoni juga menyampaikan sejumlah fasilitas yang disiapkan Universitas PGRI Sumenep untuk menunjang kegiatan mahasiswa.