Ruang perkuliahan, kata dia, telah dilengkapi pendingin udara dan perangkat pendukung pembelajaran.

Universitas juga tengah mengembangkan fasilitas olahraga berskala besar yang nantinya dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk berbagai aktivitas.

Dari sisi biaya pendidikan, kampus berupaya menjaga biaya kuliah agar tetap terjangkau. Pada tahun ini, sekitar 230 mahasiswa baru Universitas PGRI Sumenep ditetapkan sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Asmoni meminta mahasiswa penerima bantuan pendidikan tersebut memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. 

Beasiswa, lanjutnya, harus diikuti dengan kesungguhan dalam menjalani pendidikan dan memberikan kontribusi positif.

“Dengan mendapatkan beasiswa, ada konsekuensi untuk belajar sungguh-sungguh dan memberikan kontribusi. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kampus, bangsa, dan negara,” tutur Asmoni.

Ia berharap mahasiswa baru mampu tumbuh menjadi generasi yang unggul, adaptif, mandiri, memiliki etos kerja, serta tetap menjunjung akhlak dan martabat.

Asmoni juga menilai tema PKKMB 2026 mengandung pesan agar mahasiswa mampu memiliki wawasan luas tanpa kehilangan identitas daerah.

“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak dan bermartabat. Kita harus berpikir global, tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dedi Falahuddin mengajak mahasiswa baru mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berinovasi, membangun jejaring, dan memperluas wawasan.