Penguatan akses tersebut dinilai penting agar peternak memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kesejahteraan secara berkelanjutan.
Sayuthi juga mendorong penerapan konsep integrasi pertanian dan peternakan.
Dalam konsep tersebut, limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Sebaliknya, kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan.
"Pertanian dan peternakan jangan berjalan sendiri-sendiri. Limbah pertanian dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk organik," ujarnya.
Deklarasi menjadi awal kerja konkret
Sayuthi menegaskan, deklarasi Madura Farm Hub merupakan langkah awal. Setelah deklarasi, pihaknya menargetkan adanya kerja nyata yang menyentuh kebutuhan petani dan peternak.
Agenda yang didorong mencakup penguatan pembibitan, kemandirian pakan, kesehatan hewan, pemberdayaan peternak muda, penguatan kelompok tani dan ternak, akses pembiayaan, serta pemasaran hasil produksi.
Ia berharap gerakan tersebut tidak hanya melibatkan komunitas petani dan peternak.
Pemerintah, DPRD, pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan, komunitas, hingga donatur juga diharapkan ikut terlibat.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena pengembangan pertanian dan peternakan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak.

