Hari-hari Asmaul kini diisi dengan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Di sisi lain, ia tetap harus menjawab pertanyaan anak tentang ayahnya.
Ada jarak yang harus ia jaga antara kenyataan hukum yang sedang dihadapi suaminya dan pemahaman anak yang dinilainya belum siap menerima keadaan tersebut.
“Saya bilang papanya masih kerja di luar kota. Saya belum berani berterus terang. Kasihan mentalnya kalau tahu ayahnya ada di lapas,” ucapnya.
Beban Asmaul tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga. Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa aktivitas suaminya menggunakan aplikasi Higgs Games Island (HGI) kemudian berujung pada perkara hukum.
Sebelum YS ditangkap, Asmaul mengaku pernah menanyakan kepada suaminya mengenai aplikasi tersebut.
Ia mengatakan, saat itu YS menyebut HGI bukan aplikasi perjudian. Suaminya juga menyampaikan bahwa aplikasi tersebut tersedia secara resmi di toko aplikasi.
Asmaul mengaku sempat mengingatkan suaminya agar menghentikan aktivitas tersebut jika memang mengandung unsur perjudian.
“Saya sempat bilang, kalau itu judi, hapus saja,” katanya.
Karena itu, Asmaul mengaku terkejut ketika mengetahui suaminya ditangkap polisi.
Ia kemudian menjenguk YS beberapa hari setelah penangkapan di Polsek Dukuh Pakis.

