REGIONAL, DIMADURA– "Sabar, Ayah lagi bekerja.”
Kalimat itu menjadi jawaban yang berulang kali disampaikan Asmaul Nuraini (38) kepada anak sulungnya ketika bertanya tentang keberadaan sang ayah.
Bagi anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu, jawaban tersebut mungkin cukup untuk sementara waktu. Namun, bagi Asmaul, setiap kali kalimat itu terucap, ada kenyataan yang harus kembali ia simpan sendiri.
Ayah dari kedua anaknya bukan sedang bekerja di luar kota. Sudah sekitar tujuh bulan, suaminya, YS, menjalani hukuman pidana dan berada di balik jeruji besi.
Kisah itu disampaikan Asmaul dengan suara tertahan saat ditemui di rumah kos kawasan Simo, Surabaya, Jumat (25/9/2026).
Di tempat sederhana itu, Asmaul menjalani hari-harinya sebagai ibu sekaligus pencari nafkah bagi kedua anaknya. Anak pertama masih bersekolah dasar. Sementara anak keduanya baru berusia sekitar satu tahun.
Ketika YS terseret perkara hukum, anak kedua mereka baru berusia sekitar empat bulan.
Kini, bayi yang dahulu masih digendong ayahnya itu telah tumbuh menjadi balita tanpa kehadiran sang ayah di rumah.
“Rasanya pikiran ini jalan terus, Pak. Pikirannya melayang ke kebutuhan sehari-hari, apalagi anak-anak butuh banyak hal dan yang bayi juga masih harus beli susu formula,” ujar Asmaul.
Matanya berkaca-kaca ketika bercerita tentang kedua anaknya.

