“Tujuan kami HIMASA yakni untuk memajukan desa tersebut, karena banyak permasalahan yang ada di sana. Yang paling penting yakni air, di sana sangat kesusahan air bersih buat masyarakat Olor,” ujarnya.
Selain distribusi air, program HIMASA Mengajar diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa SDN Olor 2.
Adapun pengobatan gratis menjadi bagian lain dari upaya mahasiswa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan itu mendapat respons positif dari warga.
“Alhamdulillah semua kegiatan mendapatkan sambutan yang antusias dari warga,” kata Rozek.
Ia mengatakan kegiatan Abdi Desa membawa semangat agar mahasiswa tidak hanya beraktivitas di lingkungan kampus, tetapi juga terlibat dalam persoalan masyarakat.
Pihaknya berharap persoalan kekurangan air di Desa Olor tidak hanya ditangani melalui bantuan sementara.
Menurut mereka, kebutuhan air bersih perlu mendapat perhatian lebih serius agar masyarakat memiliki akses yang lebih berkelanjutan.
Karena itu, Rozek mendorong Pemerintah Kabupaten Sampang menjadikan persoalan air bersih di Desa Olor sebagai salah satu perhatian dalam penanganan dampak kekeringan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Puskesmas Banyuates, perangkat Desa Olor, serta Sekretaris Desa Olor.

