Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah, lanjut Fauzi, adalah memastikan seluruh anak di Sumenep memperoleh akses pendidikan.
Ia berharap tidak ada lagi anak yang terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Jangan sampai ada lagi anak-anak di Sumenep yang tidak sekolah atau berhenti sekolah karena persoalan ekonomi. Ini menjadi salah satu hal yang harus kita upayakan agar ke depan tidak terjadi lagi,” pesannya.
Selain pendidikan dan ekonomi, Fauzi menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Menurut dia, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan pembangunan manusia, termasuk indikator angka harapan hidup dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Fauzi berharap masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau, termasuk melalui pelayanan kesehatan gratis sesuai dengan program dan ketentuan yang berlaku.
“Harapannya, Sumenep ke depan semakin baik dalam segala aspek, baik ekonomi, sosial, pendidikan, politik, maupun kesehatan. Terutama kesehatan, karena itu berkaitan dengan angka harapan hidup. Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis,” ucap Fauzi.
Ia juga menyebut usia 757 tahun menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah Kabupaten Sumenep.
Fauzi menjelaskan, Sumenep merupakan salah satu daerah dengan usia pemerintahan tertua di wilayah Madura.
"Harapkan kami hari jadi tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat agar kemajuan Sumenep tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat," tutupin. ***

