SUMENEP, DIMADURA–Pelayanan medis Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mendapat keluhan dari keluarga pasien pengguna BPJS Kesehatan. 

Kali ini, keluhan berkaitan dengan keterlambatan penggantian cairan infus saat pasien menjalani rawat inap.

Keluhan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kasus meninggalnya Moh. Firman Ramadhani (22), yang akrab disapa Dani, di rumah sakit yang sama pada 13 Oktober 2026 yang hingga 26 Oktober 2026 masih menyisakan tanda tanya penyebab kematiannya. 

Keluarga Dani sebelumnya mempertanyakan penanganan medis yang diterima korban sebelum meninggal dunia.

Dalam kasus terbaru itu, seorang warga Kecamatan Ambunten berinisial AR (34), yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterima keluarganya selama menjalani perawatan di RS BHC Sumenep.

“Yang kami alami saat berobat di sana, ketika cairan infus pasien habis, tetapi tidak segera diganti oleh petugas medis,” kata AR kepada Madura Today, Senin (26/10/2026).

Menurut AR, keluarga telah menyampaikan kondisi cairan infus tersebut kepada petugas. Namun, penggantian tidak segera dilakukan sehingga menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan selama pasien menjalani perawatan.

Ia menjelaskan, salah seorang anggota keluarganya baru-baru ini menjalani rawat inap selama tiga hari di rumah sakit tersebut karena mengalami demam.

Pengalaman itu membuat AR menilai bahwa kecepatan petugas dalam merespons keluhan pasien menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan rumah sakit.

“Bangunan rumah sakit boleh bagus, tetapi kalau pelayanannya kurang baik, tentu pasien dan keluarga tetap kecewa. Pasien yang sedang menjalani perawatan membutuhkan perhatian dan penanganan yang cepat,” ujarnya.