dimadura
Beranda Roma Lembaga UIN Madura Sampaikan Klarifikasi Terkait Informasi Penerima KIP

UIN Madura Sampaikan Klarifikasi Terkait Informasi Penerima KIP

Potret Gedung UIN Madura Pamekasan (Istimewa)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS PAMEKASAN, DIMADURA – Pihak UIN Madura menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan intrik dalam pengusulan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Tim survei dan salah satu pimpinan kampus UIN Madura menegaskan bahwa proses yang berjalan telah mengikuti ketentuan, termasuk sistem perangkingan per program studi.

Tim Survei KIP UIN Madura, Ahmad Faidi Haris, menegaskan bahwa mahasiswa yatim piatu yang sebelumnya diberitakan tidak lolos, pada faktanya justru dinyatakan menerima KIP.

Ia mengonfirmasi hal tersebut setelah melakukan pengecekan ulang secara langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan.

Menurutnya, hasil akhir seleksi berada di luar kewenangan tim survei. “Ternyata yang yatim piatu itu dapet,” katanya, Kamis (4/12).

Ia menjelaskan bahwa tim survei hanya bertugas melakukan peninjauan lapangan tanpa akses untuk mengetahui siapa saja yang lolos setelah proses penilaian selesai.

“Memang tim survei itu tidak tahu setelah menyurvei apakah dia dapet atau tidak. Tidak muncul di akun kita,” tukasnya.

Ia menambahkan, bahwa seleksi KIP di UIN Madura menggunakan sistem perangkingan per prodi, sehingga hasil akhirnya dapat berubah seiring penggabungan seluruh data peserta.

“Prodi berarti yang layak menurut saya, ada yang lebih layak lagi ketika digabung bersama para peserta yang dari satu prodi,” katanya.

Dalam konteks itu, keputusan akhir berada di tingkat program studi, bukan pada individu petugas survei. Sebab itu, ia melakukan pengecekan status lolos dan tidaknya mahasiswa yatim piatu asal Legung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. “Dan ternyata yang saya survei, yang yatim piatu itu dapet (KIP. red),” tegasnya.

Wakil Rektor III UIN Madura, Mohammad Ali Al Humaidy, turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa data penerima KIP berada pada kewenangan panitia seleksi, bukan di level warek.

“Semua data itu kan sudah ada di panitia. Saya tidak tahu,” ucapnya, menanggapi pertanyaan terkait mahasiswa yatim piatu yang dinyatakan lolos.

Ia memastikan bahwa saat ini proses sudah berjalan hingga tahap pembuatan rekening bagi mahasiswa penerima.

Malhum menambahkan, mahasiswa yang tidak lolos KIP masih memiliki peluang untuk mengikuti sejumlah beasiswa lain yang tersedia di lingkungan kampus.

“Ada beasiswa Gen B dari Bank Indonesia. Ada beasiswa dari Yayasan Baitulmal (YBM) PLN, kemudian ada beasiswa dari Java Foundation, ada beasiswa dari Baznas, nanti kita openkan itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa syarat umum beasiswa tersebut meliputi latar belakang ekonomi keluarga dan pernyataan bahwa mahasiswa tidak sedang menerima beasiswa dari pihak mana pun.

Beasiswa-beasiswa itu, kata Malhum, pada prinsipnya memang diarahkan untuk membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Besarannya bervariasi. “Kalau yang Gen B dari Bank Indonesia itu sekitar Rp6 jutaan,” ungkapnya.

Adapun Java Foundation memberikan bantuan sekitar satu juta rupiah per bulan, sementara YBM PLN menyediakan nominal kurang lebih Rp6 juta.

Pihak kampus menegaskan bahwa seluruh skema bantuan tersebut akan dibuka untuk dikompetisikan secara transparan bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria dan belum mendapatkan dukungan beasiswa lainnya. “Jadi bisa nanti itu kita kompetisikan,” pungkas Warek III UIN Madura yang kini tengah menempuh program guru besar.
***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan