1.331 CJH Ikuti Manasik Haji Kemenhaj Sumenep
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar manasik haji terintegrasi sebagai bagian dari pemantapan persiapan keberangkatan jamaah haji musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Korpri Kota Sumenep, Kamis (12/2/2026).
Kepala Kemenhaj Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, mengatakan bahwa manasik tingkat kabupaten ini diikuti seluruh calon jamaah haji (CJH) reguler asal Sumenep yang berjumlah 1.331 orang.
“Hari ini kami melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten dengan mengundang seluruh jamaah haji reguler Kabupaten Sumenep,” kata Halimy.
Ia menjelaskan, dalam manasik tersebut para jamaah mendapatkan dua materi utama, yakni kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji serta kebijakan kesehatan haji.
Kedua materi itu dinilai penting agar jamaah memiliki pemahaman menyeluruh sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Materi ini diharapkan dapat membantu jamaah mempersiapkan diri, baik terkait aturan pemerintah selama berada di Mekkah dan Madinah, maupun aspek kesehatan,” jelasnya.
Dari sisi kesehatan, Halimy mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 5 persen jamaah yang tergolong lanjut usia (lansia), serta sejumlah jamaah dengan risiko tinggi kesehatan akibat riwayat penyakit tertentu.
“Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh jamaah yang memiliki risiko kesehatan, termasuk oleh pendampingnya, agar mereka bisa lebih waspada dan memahami apa saja yang harus dipersiapkan,” terang dia.
Selain manasik tingkat kabupaten, Kemenhaj Sumenep juga akan menggelar manasik lanjutan di tingkat kecamatan yang dijadwalkan mulai 17 Februari 2026.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan serentak di sembilan titik, menyesuaikan kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang mencakup wilayah daratan dan kepulauan.
“Kami akan melaksanakan manasik di masing-masing kecamatan, termasuk secara khusus di wilayah kepulauan,” tutur Halimy.
Pada manasik tingkat kecamatan, jamaah akan mengikuti praktik langsung manasik haji di lapangan selama empat hari.
Ia berharap, melalui rangkaian manasik tersebut, jamaah dapat memahami secara utuh rangkaian ibadah haji yang akan dijalani di Tanah Suci, sekaligus mengaplikasikan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, jamaah benar-benar siap, baik secara fisik, mental, maupun pengetahuan, sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan mandiri,” pungkasnya Halimy.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




