RSUD Sumenep Hadirkan Layanan Terapi Wicara di Poli Rehabilitasi Medik
NEWS, DIMADURA – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kembali menghadirkan inovasi layanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut kini membuka layanan terapi wicara di Poli Rehabilitasi Medik.
Layanan tersebut mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada Senin (13/04/2026). Kehadiran terapi wicara menjadi solusi baru bagi pasien yang mengalami gangguan komunikasi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Terapi wicara di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep ditujukan untuk membantu pasien yang mengalami keterlambatan bicara, gangguan bahasa, kesulitan komunikasi, hingga gangguan fungsi menelan akibat kondisi medis tertentu.
Terapis wicara RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Aisyah Shinta Balqis, menjelaskan bahwa layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak.
Pasien dewasa juga dapat menjalani terapi apabila mengalami gangguan komunikasi akibat stroke, cedera saraf, atau penyakit lainnya.
“Terapi wicara berperan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pasien, baik dari aspek berbicara, berbahasa, maupun fungsi menelan. Penanganan sejak dini sangat penting agar hasilnya lebih maksimal,” kata Shinta, Kamis (16/4).
Ia menerangkan, setiap pasien akan mendapatkan metode terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pendekatan tersebut dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih efektif dan terarah.
Menurutnya, gangguan komunikasi sering kali dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan belajar, interaksi sosial, hingga kualitas hidup pasien.
Karena itu, pihak rumah sakit mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan tanda-tanda gangguan bicara atau komunikasi pada anggota keluarga.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan pengembangan layanan terapi wicara merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan layanan rehabilitasi komunikasi saat ini semakin penting. Penanganan yang tepat dinilai mampu membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Ia menegaskan, rumah sakit akan terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang lengkap dan mudah diakses masyarakat Sumenep.
“Gangguan komunikasi tidak boleh dianggap sepele. Semakin cepat ditangani, peluang pemulihan pasien akan semakin besar. Karena itu kami terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat,” jelas dr. Erliyati.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





