Haji Miskun Legiyono: Tiga Dekade Mengabdi untuk Pembangunan Desa dan AKD
TOKOH, DIMADURA — Tak banyak sosok yang konsisten mengabdikan dirinya untuk desa selama lebih dari separuh hidupnya. Di tengah perubahan zaman dan dinamika birokrasi, nama Haji Miskun Legiyono—akrab disapa Haji Yon—tetap menjadi salah satu pilar penting dalam sejarah pemerintahan desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Sumenep.
Ia sekaligus jadi saksi hidup perjalanan Asosiasi Kepala Desa (AKD) sejak awal mula berdiri hingga kini bertransformasi menjadi Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI).
Perjalanan pengabdian Haji Yon dimulai sejak 1997, saat pertama kali ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Desa Pangarangan.
“Saya menjabat sebagai kepala desa itu sejak tahun 1997. Periode pertama dari 1997 itu sampai ke 2007. Periode kedua 2007 sampai 2013,” kisahnya, Sabtu, 17 Mei 2025.
Karena terbentur regulasi pembatasan masa jabatan, ia tak bisa mencalonkan diri lagi pada 2013. Namun, estafet kepemimpinan tetap terjaga dalam keluarganya.
“Pada saat itu digantikan oleh putri tercinta, yang kebetulan dia adalah dosen di Poltekes Wiraraja Sumenep. Ia menjabat Kades Pangarangan dari 2013 ke 2019,” lanjutnya.
Tahun 2019 menjadi titik balik. Haji Yon kembali maju dalam kontestasi kepala desa dan menang, mengantarkannya kembali memimpin Pangarangan hingga 2025.
Dengan perpanjangan masa jabatan kepala desa yang baru, ia akan menjabat hingga tahun 2027.
Namun, pengabdiannya tak berhenti di lingkup desa. Ia juga menjadi salah satu pendiri organisasi kepala desa di Sumenep sejak 2003, yang awalnya bernama APDES (Asosiasi Pemerintah Desa).
“Pendiri AKD di Sumenep ini memang Kepala Desa Pangarangan Cs. Itu berdiri mulai tahun 2003 yang pada gilirannya ini berkembang ke Jawa Tengah,” tutur Haji Yon.
Ia mengisahkan, pada awal berdirinya asosiasi, dirinya lebih memilih peran strategis namun tidak menonjol.
“Saya ndak mau di posisi ketua, saya di Sekjend. Setelah itu saya wakil ketua terus. Pada kepemimpinannya Kiai Parki saya wakil ketua, pada saat kepemimpinannya Imam Idhafi saya juga wakil ketua,” tuturnya.
Barulah pada 2019, ia dipercaya menjadi Ketua AKD Kabupaten Sumenep hingga tahun 2025. Pada 13 Mei 2025, ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Haji Abdul Hayat (H. Obet), yang dipilih secara mufakat oleh para kepala desa se-Sumenep.
Kini, dengan lahirnya PKDI sebagai wujud baru dari AKD, Haji Yon menyimpan harapan besar.
“Insya Allah perubahan dari AKD ke PKDI ke depan akan lebih solid, lebih bersatu, dan lebih kompak. Akan lebih menyatu, tanpa pengecualian, tetap satu komando sampai akhir,” ucapnya optimistis.
Selama menjabat, ia turut menyaksikan transformasi besar-besaran dalam pembangunan desa, terutama sejak hadirnya Dana Desa (DD) pada 2015.
“Pada tahun 1997 hingga 2015 itu belum ada apa-apanya. Nggak ada DD. Jadi sejak awal saya menjabat sebagai kepala desa memang belum ada DD, baru sekarang ini saya menikmati adanya DD.”
Di akhir wawancara, Haji Yon menegaskan dukungannya terhadap program nasional koperasi desa yang digagas Presiden Prabowo.
“Saya sangat mendukung sepenuhnya program pemerintah pusat ini. Dan saya sebagai Kepala Desa Pangarangan sudah selesai melaksanakan Musdessus, yang alhamdulillah, mudah-mudahan saja pemerintah Indonesia ini ke depan akan lebih maju,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





