dimadura
Beranda Tomang Sampang Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Sampang Alami Diare, Diduga Akibat Konsumsi Makanan Bergizi Gratis

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Sampang Alami Diare, Diduga Akibat Konsumsi Makanan Bergizi Gratis

Gambar ilustrasi keracunan makanan (Ist)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA, SAMPANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali jadi sorotan.

Pasalnya, dua siswa kelas 2 dan 4 SDN Karanganyar 1, Kecamatan Tambelangan, dikabarkan mengalami diare setelah menyantap menu MBG yang disediakan oleh salah satu dapur di Dusun Bicabbih, Desa Samaran.

Seorang wali murid, Safii, mengaku geram karena anak-anaknya langsung mengeluh sakit perut hingga diare usai makan menu MBG berupa nasi goreng, telur campur tahu, jeruk dan susu yang disajikan pada Kamis (28/8/2025).

“Nasi gorengnya basi. Anak saya sampai minta pulang karena sakit perut dan diare. Bahkan wali murid lain juga mengeluhkan hal yang sama,” ujarnya dengan nada kesal.

Safii menuturkan, bukan hanya kedua anaknya yang sakit. Beberapa siswa lain juga mengalami gejala serupa, bahkan ada yang sampai muntah-muntah. Ia menilai pihak dapur MBG lalai menjaga kualitas makanan yang diberikan pada siswa.

“Saya minta kegiatan dapur MBG dihentikan sementara. Makanan basi seperti itu tidak layak dikonsumsi,” tegasnya.

Safii pun berencana menempuh jalur hukum agar ada pertanggungjawaban dari pihak pengelola.

Menanggapi hal tersebut, Dekkir selaku penyedia dapur MBG di Desa Samaran membantah tudingan lalai. Ia mengaku menu yang disajikan sudah melalui persetujuan ahli gizi dan sesuai standar program MBG.

“Saya hanya menyiapkan dapur, soal masakan ada bagian khusus termasuk ahli gizi yang bertanggung jawab. Tapi keluhan ini jadi bahan evaluasi agar ke depan lebih waspada,” jelasnya.

Program MBG sendiri merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan gizi siswa sekaligus menyerap tenaga kerja. Namun, kasus dugaan keracunan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan kualitas makanan di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak ahli gizi dapur MBG di Desa Samaran belum memberikan keterangan resmi. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi lebih lanjut.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan