Hari Gizi Nasional 2026, Syamsul Bahri Komisi IV DPRD Ajak Perkuat Upaya Penanganan Stunting di Sumenep
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Kepulauan, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa persoalan stunting di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Syamsul Bahri dalam momentum peringatan Hari Gizi Nasional (HGN 25 Januari 2026), yang menurutnya perlu dijadikan refleksi atas capaian sekaligus tantangan pembangunan kesehatan di daerah.
“Pada momentum Hari Gizi Nasional ini, kita patut bersyukur atas berbagai capaian pembangunan kesehatan. Namun kita juga harus jujur mengakui bahwa persoalan stunting di Kabupaten Sumenep masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Syamsul Bahri, Minggu, (25/1/26).
Ia menjelaskan, stunting bukan semata persoalan tinggi badan anak, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan, termasuk kecerdasan dan daya saing daerah. Oleh karena itu, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa dan wilayah kepulauan, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga peran aktif keluarga dan masyarakat,” jelas dia.
Syamsul Bahri mendorong agar intervensi gizi, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif, terus diperkuat, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Selain itu, peningkatan akses terhadap pangan bergizi, sanitasi yang layak, serta edukasi gizi bagi ibu hamil dan keluarga juga dinilai sangat penting.
“Di sisi lain, pengawasan dan evaluasi program harus dilakukan secara konsisten agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar program penanganan stunting tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan diikuti dengan aksi nyata dan berkelanjutan di lapangan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, hingga akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 750 balita mengalami stunting.
Kasus tersebut tersebar di seluruh kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Stunting sendiri dapat berdampak serius terhadap perkembangan anak. Salah satunya adalah penurunan skor kognitif hingga 11 poin IQ, yang berpotensi menghambat terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui peringatan Hari Gizi Nasional ini, mari kita jadikan komitmen bersama untuk menurunkan angka stunting di Sumenep demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




