2 Dokter Spesialis Kulit Kelamin Ini Beberkan Rahasia Ampuh Atasi Keputihan
NEWS SUMENEP — Keputihan, yang sering kali menjadi masalah umum bagi banyak wanita, dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada organ intim.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep kini hadir memberikan solusi dengan layanan kesehatan spesialis melalui dua dokter ahli kulit kelamin, dr. Susanti Rusmala Dewi, Sp.DV, dan dr. Novia Indriyani Adisty, Sp.KK.
Kedua spesialis ini memberikan panduan penting dalam menangani keputihan secara efektif. Dr. Susanti Rusmala Dewi, Sp.DV, menjelaskan bahwa keputihan merupakan keluarnya cairan dari vagina selain darah haid, yang dalam istilah medis disebut fluor albus atau leucorrhea.
BACA JUGA: BRIDA Sumenep Siapkan Inovasi Daerah Jelang Kompetisi INOTEK Jatim dan IGA
“Keputihan disebabkan oleh cairan atau lendir yang diproduksi dalam vagina dan leher rahim, membawa sel-sel mati serta bakteri keluar dari tubuh,” ujar dr. Susanti, Sabtu 19 Oktober 2024.
Menurutnya, ada dua jenis keputihan, yakni keputihan fisiologis dan patologis. Keputihan fisiologis adalah kondisi normal yang terjadi akibat perubahan hormonal. “Keputihan fisiologis dapat disebabkan oleh stres, kehamilan, pemakaian alat kontrasepsi, atau selama haid,” jelasnya.
Sementara itu, keputihan patologis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau parasit. “Jika keputihan berbau anyir atau berwarna kuning keabuan, kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi bakteri,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Novia Indriyani Adisty, Sp.KK menambahkan, bahwa salah satu penyebab utama keputihan abnormal adalah kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan organ intim.
BACA JUGA: BRIDA Sumenep Manfaatkan Platform Podcast Diseminasikan 7 Hasil Penelitian Implementatif
“Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis dapat menyebabkan keringat berlebih dan memudahkan timbulnya jamur,” ungkap dr. Novia.
Ia juga menyoroti pentingnya cara membilas vagina yang benar untuk mencegah infeksi. “Bilaslah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya, agar bakteri dari anus tidak berpindah ke vagina,” tegasnya.
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, melalui dr. Susanti dan dr. Novia, menekankan pentingnya konsultasi langsung dengan dokter spesialis jika mengalami keputihan yang tidak normal.
Terpisah, Kasi Informasi RSUD Dr. H. Moh Anwar Erfin Sukayati, M. Kes menambahkan penjelasan mengenai efek keputihan berlebihan pada wanita.
“Selain vaginitis juga menandakan adanya gangguan pada saluran reproduksi seperti infeksi jamur, gonorrheae, parasit, trikomoniasis,” tuturnya.
BACA JUGA: Akankah Legislatif Baru DPRD Sumenep Jadi Boneka Petahana?
Untuk mencegah keputihan, lanjut dr. Erfin, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan organ intim, menggunakan pakaian dalam yang tidak ketat, dan menghindari produk perawatan yang mengandung parfum.
Disampaikan, langkah-langkah sederhana ini, jika dilakukan dengan konsisten, dapat membantu mencegah dan mengatasi keputihan yang sering dialami oleh banyak wanita.
“Jangan ragu untuk datang ke poli kulit dan kelamin di RSUD Moh Anwar jika ada keluhan,” pungkasnya.
Mendapat dukungan dari para ahli, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam menangani masalah kesehatan kewanitaan.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





