dimadura
Beranda Tomang Sumenep BRIDA Serahkan “Policy Brief” Hasil Riset Banjir Sumenep

BRIDA Serahkan “Policy Brief” Hasil Riset Banjir Sumenep

Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRIDA Sumenep Abd. Kahir  (Ari/doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), menuntaskan riset penanganan banjir di wilayah perkotaan.

‎Riset yang digarap bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu diharapkan menjadi landasan akademik dalam perumusan kebijakan pengendalian banjir yang lebih komprehensif.

‎Riset tersebut dilaksanakan sepanjang 2025 dan telah menghasilkan dokumen policy brief.

‎Hasil kajian itu kini telah diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

‎Pelaksana Tugas Kepala BRIDA Sumenep Abd. Kahir mengatakan, penyerahan hasil riset dilakukan pada awal Januari 2026.

‎Dokumen tersebut disiapkan sebagai referensi akademis bagi OPD dalam menyusun kebijakan penanganan banjir, khususnya di kawasan perkotaan yang selama ini kerap terdampak genangan.

‎“Pada awal Januari 2026 kami sudah menyerahkan hasil riset ini berikut policy brief kepada OPD terkait,” ujar Kahir, Kamis (12/2/2026).

‎Menurut Kahir, persoalan banjir di wilayah perkotaan Sumenep tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat.

‎Karena itu, partisipasi publik dinilai menjadi faktor penting dalam penanganan banjir yang cepat dan tepat, seperti tidak membuang sampah ke saluran irigasi maupun drainase.

‎“Alhamdulillah, pada musim hujan saat ini tidak terjadi banjir lagi,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sumenep Eri Susanto menyatakan, hasil riset BRIDA dan ITS akan menjadi dasar akademik dalam pengambilan langkah-langkah strategis penanganan banjir ke depan.

‎Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan merumuskan rekomendasi riset tersebut ke dalam Detail Engineering Design (DED).

‎“DED ini akan menjadi bahan untuk merumuskan kebijakan penanganan banjir yang lebih komprehensif,” ujar Eri saat siaran Live Podcast BRIDA, Kamis (12/2/2026).

‎Eri menjelaskan, penyebab banjir di wilayah perkotaan Sumenep tergolong kompleks.

‎Salah satunya adalah penurunan permukaan tanah di kawasan timur kota yang menyebabkan genangan saat terjadi pasang air laut, terutama di wilayah dengan elevasi rendah.

‎Selain penyusunan DED, Dinas PUTR juga telah melakukan sejumlah langkah awal, seperti normalisasi saluran air dan perbaikan jaringan irigasi di titik-titik yang rawan banjir.

‎”Harapkan dari langkah ini mampu mengurangi potensi genangan sekaligus mendukung kebijakan jangka panjang berbasis hasil riset,”pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan