Pantun carabrak, ta’ èkennèng bâca, bâu, apolong kalabân sarka. Pantun tarèsna sè ètoles Ahmad taḍâ’ artèna, nyellet è cellot. Ḍuh, nèserra!
Sumenep, 25 April 2026
*) Suhairi. Lahir di Sumenep Madura. Ia menulis beberapa jenis tulisan di antaranya adalah novel, cerpen, puisi, pantun, opini, resensi buku, karya ilmiyah, dan naskah berita. Naskahnya yang berjudul Kalong Talangkè’anna Ḍâun Sabbrâng (Kalung Tangkai Daun Singkong) terpilih dalam Seleksi Penulisan Buku Cerita Anak Dwibahasa (Bahasa Madura-Indonesia) Provinsi Jawa Timur (2024), Anak Ayam Siti terpilih dalam seleksi Penulisan Buku Cerita Anak Dwibahasa Provinsi Gorontalo (2024), dan Ènterran ḍâri Ḍâḍâr (Kincir Angin dari Daun Kering) terpilih dalam Seleksi Penulis Naskah Cerita Anak Berbahasa Daerah Madura Provinsi Jawa Timur (2025). Selain menjadi Dosèn Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, ia menjadi Tutor Universitas Terbuka dan menjadi Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN PDM) Provinsi Jawa Timur.

