Berbeda dengan Sumenep dan Pamekasan, hingga pertengahan 2026 belum ditemukan perkara besar yang telah memperoleh putusan pengadilan dan menyeret pegawai internal BRI di Kabupaten Sampang dalam skala nasional.

Namun karakteristik ekonomi Sampang yang didominasi sektor UMKM, perdagangan tradisional dan pembiayaan mikro membuat wilayah ini memiliki tingkat penyaluran kredit rakyat yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut menjadikan pengawasan terhadap validitas debitur, survei lapangan dan verifikasi usaha menjadi aspek yang sangat menentukan.

Pengamat perbankan menilai potensi penyimpangan pada sektor pembiayaan mikro umumnya muncul melalui pemalsuan identitas debitur, manipulasi usaha maupun penggunaan dokumen pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Karena itu, penguatan audit internal serta digitalisasi proses verifikasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

2021-2026: BRI Bangkalan dan Tantangan Kredit Produktif

Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Bangkalan.

Hingga kini belum terdapat perkara besar yang telah berkekuatan hukum tetap dan menyeret oknum internal BRI Bangkalan sebagaimana terjadi di sejumlah daerah lain.

Namun Bangkalan sebagai pintu gerbang ekonomi Madura memiliki pertumbuhan pembiayaan produktif yang relatif tinggi, terutama pada sektor perdagangan, jasa dan UMKM.

Besarnya volume pembiayaan tersebut menjadikan pengendalian risiko kredit sebagai tantangan tersendiri bagi lembaga perbankan.