Saat itu BRI memastikan dana nasabah tetap aman dan seluruh kerugian ditanggung secara internal sehingga tidak merugikan masyarakat.
Kasus tersebut menjadi salah satu alarm awal mengenai pentingnya sistem pengawasan berlapis terhadap pegawai yang memiliki akses langsung terhadap transaksi dan pencatatan keuangan.
2020-2025: Kasus Fraud dan Investasi Berkedok Relasi Pribadi di BRI Pamekasan
Kabupaten Pamekasan juga pernah diguncang dugaan fraud yang melibatkan eks pegawai BRI.
Modus yang digunakan bukan melalui sistem kredit perbankan, melainkan menawarkan investasi dengan iming-iming keuntungan besar, bonus kendaraan hingga program penghimpunan dana yang diklaim berkaitan dengan fasilitas perbankan.
Belakangan diketahui aktivitas tersebut dilakukan secara pribadi dan berada di luar mekanisme resmi BRI.
Pimpinan BRI BO Pamekasan menegaskan tindakan tersebut merupakan hubungan pribadi antara pelaku dan korban serta dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan.
BRI juga menyatakan telah mengambil langkah tegas berupa pemutusan hubungan kerja terhadap oknum tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.
Meski demikian, sejumlah korban hingga 2025 masih mempertanyakan perkembangan penyidikan serta upaya pengembalian dana yang mereka setorkan kepada pelaku.
2021-2026: BRI Sampang dan Pengawasan Kredit Mikro

