dimadura
Beranda Pangkèng Kosa Kata Filosofi 10 Petuah Sesepuh di Madura tentang Rejeki

Filosofi 10 Petuah Sesepuh di Madura tentang Rejeki

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1TARÈKA, DIMADURA — Orang Madura percaya bahwa rejeki adalah ketentuan Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha, tetapi hasil akhirnya sudah ditakar oleh Yang Maha Kuasa. Filosofi ini terangkum dalam 10 petuah sesepuh atau peribahasa Madura yang diwariskan turun-temurun.

1. Lako lamba’ lah!

(Pekerjaan itu sudah dulu ada)

Kata-kata ini hendak menyampaikan pesan bahwa segala usaha yang kita lakukan bukanlah sesuatu yang baru; yang membedakan adalah ketekunan dan kesungguhan dalam menjalaninya. Rejeki tidak melulu soal materi, tetapi juga pengalaman dan keberkahan dalam bekerja.

2. Kalakowan kenneng tero, keng mon rajekke ta’ bisa. Allah kabbi se ngator.

(Pekerjaan bisa ditiru, kalau rejeki tidak bisa. Semua ini Allah yang mengatur)

Dua orang bisa melakukan pekerjaan yang sama, tetapi hasil yang mereka dapatkan bisa berbeda. Petuah Madura ini menunjukkan bahwa rejeki bukan hanya hasil dari usaha, melainkan juga takdir yang telah diatur oleh Tuhan.

3. Sabban mahlok badha rajekkena bang-sebang, badha kolagan tembanganna bang-sebang.

(Setiap makhluk ada rejekinya masing-masing, ada takaran berdasarkan kadar timbangan masing-masing)

Setiap makhluk hidup memiliki bagiannya sendiri, sesuai kadar masing-masing. Tidak perlu iri dengan rejeki orang lain karena Tuhan sudah mengatur porsinya berdasarkan dengan kebutuhan dan kemampuannya (ketetapan-Nya).

Sabban Mahlok Badha Rajekkena Bang-Sebang. Asal Ta' Adina Asel

4. Mon buto settong ja’ menta dhadhuwa’!

(Kalau butuh satu, kenapa minta dua?)

Kesederhanaan adalah kunci hidup yang tenang. Jangan mengambil lebih dari yang dibutuhkan karena keserakahan hanya membawa kesulitan. Rejeki yang cukup lebih baik daripada berlebihan tetapi tidak berkah.

5. Sakeng pera’ reya’, dhabuna bangaseppo, kabajengnganna nolong aba’na.

(Cuma ya ini, kata para sepuh, giatmu menolongmu)

Tidak ada rejeki yang datang tanpa usaha. Semakin giat bekerja, semakin besar peluang mendapat hasil. Orang yang tekun akan selalu menemukan jalannya.

6. Mon la rajekkena, ta’ kera taporop

(Kalau sudah rejekinya takkan tertukar)

Apa yang menjadi hak seseorang tidak akan berpindah ke orang lain. Tidak perlu cemas atau iri dengan rejeki orang lain, karena setiap orang memiliki jalannya sendiri.

7. Ja’ tedhungan gu-laggu, manna rajekkena ecolpe’ ajam

(Jangan suka tidur di pagi hari, nanti rejekinya dicocor ayam)

Bangun pagi adalah kebiasaan baik. Orang yang malas dan terlalu banyak tidur akan kehilangan banyak kesempatan. Rejeki harus dijemput dengan usaha, bukan ditunggu tanpa tindakan.

Petuah Sesepuh Di Madura: Mon La Rajekke Ta' Kera Taporop (Ilustrasi)

8. Bannya’ cokop, sakone’ mendhang

(Banyak cukup, sedikit nutut)

“Cokop” berarti lebih dari sekadar cukup, mampu memenuhi kebutuhan sekaligus beberapa keinginan. Sedangkan “mendhang” berarti pas-pasan, hanya cukup untuk bertahan. Filosofi ini mengajarkan bahwa rejeki yang luas lebih baik daripada yang sekadar cukup.

9. Asal ta’ kera adina asel

(Proses takkan mengkhianati hasil)

Arti pepatah ini adalah, selama proses dijalani dengan tekun, jujur, dan konsisten, hasil yang diperoleh akan setimpal. Usaha sungguh-sungguh tidak akan mengecewakan.

10. Allah ta’ tedhung

(Tuhan tidak tidur)

Artinya, usaha manusia pasti akan mendapatkan balasan dari-Nya. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan menemukan jalan; bahwa usaha keras tidak akan sia-sia.

***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan