dimadura
Beranda Tomang Sumenep Garcep! Ini Kata Kepala DKPP Sumenep Soal Keluhan Petani atas Buruknya Pelayanan Kios Nusa Indah

Garcep! Ini Kata Kepala DKPP Sumenep Soal Keluhan Petani atas Buruknya Pelayanan Kios Nusa Indah

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, (Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Setelah keluhan petani di Kecamatan Dungkek memuncak terkait buruknya pelayanan Kios Pupuk Nusa Indah, pemerintah akhirnya bergerak.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, memberikan penjelasan resmi sekaligus meluruskan posisi kewenangan dalam persoalan tersebut, Kamis (20/11/2025).

‎Chainur menegaskan bahwa secara struktural, kios pupuk bukan berada di bawah kendali langsung DKPP.

‎Kios-kios distributor termasuk Kios Nusa Indah di Desa Candi merupakan bagian dari jaringan perwakilan PT Pupuk Indonesia yang ada di Madura.

‎“Iya, bukan kami, Mas. Kios itu bukan di bawah DKPP. Secara struktur, kios merupakan bagian dari perwakilan PT Pupuk Indonesia yang ada di Madura,” jelasnya.

‎Meski begitu, Chainur menekankan bahwa pihaknya tetap sigap merespons setiap persoalan di lapangan.

‎Keluhan petani, baik dari kelompok tani maupun individu, selalu ditindaklanjuti tanpa perlu menunggu laporan formal.

‎“Kalau ada persoalan, kami langsung melakukan kontak dan melakukan langkah perbaikan dengan perwakilan PT Pupuk Indonesia di Madura. Tidak harus menunggu surat. Secara formal kita evaluasi di rapat, secara informal kita komunikasi lewat grup-grup koordinasi dengan distributor,” ujarnya.

‎Menurutnya, DKPP memang memiliki peran pengawasan karena layanan tersebut menyangkut kepentingan petani. Karena itu, setiap aduan yang dianggap kompeten langsung direspons untuk memastikan distribusi pupuk tetap berjalan.

‎“Nah, garis komando dan strukturalnya memang seperti itu. Kami dari pertanian melakukan pengawasan dan koordinasi. Kalau ada keluhan yang kompeten, otomatis kami langsung bertindak, entah melalui surat atau kontak langsung, agar cepat teratasi,” tambahnya.

‎Penjelasan ini diharapkan dapat meredam kegelisahan petani di Desa Candi, Jadung, dan Taman Sare, yang sebelumnya mengeluhkan aturan penebusan pupuk yang dinilai menyulitkan.

‎DKPP berharap proses distribusi dapat kembali lancar sehingga petani tidak lagi kehilangan waktu di masa persiapan musim tanam.

‎Diberitakan sebelumnya, sejumlah petani dari tiga desa di Kecamatan Dungkek Jadung, Taman Sare, dan Candi mengeluhkan pelayanan Kios Nusa Indah yang dinilai semrawut dan membatasi waktu pengambilan pupuk.

‎Para petani menyebut mereka harus menyesuaikan diri dengan jadwal yang tidak menentu, bahkan ada yang menunggu sejak subuh namun petugas kios tak kunjung melayani.

‎“Waktu kami habis hanya untuk nunggu pupuk,” keluh seorang petani yang merasa aturan penebusan terlalu menyulitkan, Rabu (19/11).

‎Keluhan memuncak setelah perwakilan petani berkumpul dan mendesak agar kios tersebut diganti karena dianggap merugikan mereka jelang musim tanam.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep, Rasidi, juga mendesak DKPP turun tangan.

‎“Kasihan para petani. Kios seperti itu harus ditertibkan,” ujarnya dalam pemberitaan sebelumnya.

‎Hingga kini, Kios Nusa Indah belum memberikan keterangan resmi.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan