dimadura
Beranda Tomang Sumenep Kasus Campak di Sumenep Tembus 2.741, Dinkes Percepat Vaksinasi ORI

Kasus Campak di Sumenep Tembus 2.741, Dinkes Percepat Vaksinasi ORI

‎Foto: Saat pelaksanaan vaksin campak di Paud Al qadar. (Foto: Istimewa/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA, SUMENEP–Lonjakan kasus campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih terus terjadi meski program vaksinasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) sudah berjalan selama dua pekan.

‎Data terbaru mencatat jumlah penderita kini mencapai 2.741 orang.

‎Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan, pada 24 Agustus 2025 jumlah kasus campak berada di angka 2.105.

‎Dua pekan kemudian, tepatnya 9 September, kasus bertambah 636 menjadi 2.741. Rata-rata, terdapat sekitar 40 kasus baru setiap hari.

‎Kondisi ini menempatkan Sumenep dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak Agustus lalu.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengatakan peningkatan jumlah penderita terjadi terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

‎“Meski jumlah pasien rawat sempat menurun dari 100 menjadi 86 anak, penularan di lapangan masih tinggi. Karena itu, vaksinasi ORI harus dipercepat, khususnya di wilayah kepulauan dan desa-desa,” kata Syamsuri, saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2025).

‎Sejak awal pekan ini, petugas kesehatan melakukan penyisiran untuk memastikan seluruh anak sasaran mendapat imunisasi.

‎”Langkah ini akan berlangsung hingga 15 September,”jelasnya.

‎Ia juga meyampainkan, upaya pemerintah daerah juga mendapat pendampingan langsung dari tim World Health Organization (WHO), yang kembali hadir di Sumenep.

‎Selain menelusuri pola penyebaran campak, WHO turut melakukan edukasi ke masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.

‎“Mereka sudah tiga kali datang ke Sumenep. Besok akan dilakukan evaluasi bersama seluruh kepala puskesmas untuk melihat hasil imunisasi serentak,” ujar Syamsuri.

‎Ia dari berharap percepatan vaksinasi yang dibarengi edukasi masyarakat dapat segera menekan laju penularan campak dan mengakhiri status KLB.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan