dimadura
Beranda Tomang Sumenep KBM di Sumenep Tetap Tatap Muka, Hanya Dua Sekolah Terapkan Daring Sementara

KBM di Sumenep Tetap Tatap Muka, Hanya Dua Sekolah Terapkan Daring Sementara

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Sumenep, Budi Sulistyo, (Foto: Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA, SUMENEP–Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Sumenep, Budi Sulistyo, memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayahnya tetap berlangsung secara luring.

‎Hanya dua sekolah yang sementara waktu melaksanakan pembelajaran daring dengan pertimbangan keamanan.

‎Budi menjelaskan, keputusan tersebut mengacu pada Nota Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Surat Edaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

‎Regulasi itu menekankan pentingnya pendidikan karakter, termasuk membangun tanggung jawab dan sikap demokratis pada siswa.

‎“Pada prinsipnya, seluruh sekolah negeri maupun swasta tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Hanya ada dua sekolah yang kami putuskan daring karena lokasinya berdekatan dengan pusat keramaian,” ujar Budi, Senin (1/9/2025).

‎Dalam rapat koordinasi bersama kepala sekolah se-Sumenep, disepakati delapan poin kebijakan, di antaranya :

‎1. KBM tetap luring di sekolah masing-masing.
‎2. Doa/istighotsah bersama sebelum KBM dimulai setiap pagi.
‎3. Orang tua diminta memantau anak setelah pulang sekolah agar tidak ikut kegiatan di luar kendali.
‎4. Evaluasi pembelajaran tetap dilakukan melalui tes formatif dan penilaian harian.
‎5. Absensi daring menggunakan Google Maps bagi siswa yang mengikuti pembelajaran atau ujian online.
‎6. Sekolah swasta/berbasis pondok pesantren tetap menjalankan KBM luring penuh.
‎7. Siswa SMK yang sedang praktik kerja industri (PKL) mengikuti kebijakan perusahaan masing-masing.
‎8. SMA/SMK  negeri yang berdekatan dengan kantor atau lokasi rawan keramaian sementara waktu melaksanakan pembelajaran daring.

‎Selain itu, absensi daring menggunakan Google Maps diterapkan bagi siswa yang mengikuti ujian atau pembelajaran online, sekolah berbasis pesantren tetap luring penuh, siswa SMK yang PKL mengikuti kebijakan perusahaan, serta sekolah yang berlokasi dekat pusat keramaian untuk sementara melaksanakan pembelajaran daring.

‎Per 1 September 2025, dua sekolah di Sumenep melaksanakan pembelajaran daring.

‎SMKN 1 Sumenep akan belajar daring hingga 4 September 2025, sementara SMAN 1 Sumenep hanya menerapkan daring sehari pada 1 September, menyesuaikan situasi lapangan.

‎“Kami tidak ingin anak-anak terlibat dalam keramaian atau aksi di luar kendali. Keselamatan peserta didik adalah prioritas utama,” tegas Budi.

‎Lebih lanjut, Budi juga mengingatkan sekolah, guru, dan orang tua untuk bersama-sama menjaga keamanan siswa serta memastikan mereka tetap fokus belajar.

‎“Anak-anak ini masih di bawah umur dan sedang mencari jati diri. Mereka tidak boleh ikut kegiatan massa. Masa depan mereka yang cerah adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan